Thursday, September 24

Business

Dunkin’ Donuts Tumbang: Tak Bayar THR dan Potong Gaji Karyawan
Business

Dunkin’ Donuts Tumbang: Tak Bayar THR dan Potong Gaji Karyawan

Jakarta, CNBC Nusantara -   Sektor restoran terus berjatuhan, setelah KFC  merumahkan hampir 5. 000 karyawan & potong gaji karyawan, kondisi yang serupa juga dilakukan  PT  Dunkindo Kekal, pemegang lisensi waralaba donat Dunkin' Donuts di Indonesia.   Dunkin' Donuts salah satu restoran yang terdampak pandemi covid-19. Banyaknya mal yang tutup berimbas di dalam operasi bisnis Dunkin' Donuts, sehingga yang jadi korban adalah sah pekerja seperti upah dan THR  yang belum dibayarkan. Serikat pekerja melaporkan bahwa  risiko dan tunjangan hari raya (THR) pekerja sampai Jumat (22/5/2020) tersebut tidak juga dibayarkan oleh perusahaan dengan keputusan sepihak tanpa persetujuan pekerja. Gaji mereka dipotong sampai 50%. Manajer HRD&...
Sarana Beli Tiket Pesawat: Wajib Rapid Test Covid-19!
Business

Sarana Beli Tiket Pesawat: Wajib Rapid Test Covid-19!

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas satu Bandara Internasional Soekarno-Hatta  Anas Ma'ruf mengatakan, salah satu syarat pembelian tiket adalah memiliki dokumen kunjungan dan memiliki surat keterangan sehat yang diterbitkan oleh lembaga kesehatan. Selain itu syarat lainnya, yaitu harus memiliki hasil rapid test virus corona baru penyebab Covid-19. "Kalau nggak punya rapid test , telah tidak bisa beli tiket. Sebab regulator beli tiket tak melalui online , harus datang ke kantor yang ditunjuk, " katanya saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/5/2020). Adapun untuk hasil rapid test ini, masa berlakunya 7-10 hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai informasi , rapid ...
PGN dan Pertamina Teken Perjanjian Nilai Gas Hulu US$ 4
Business

PGN dan Pertamina Teken Perjanjian Nilai Gas Hulu US$ 4

Jakarta, CNBC  Indonesia - Sebagai upaya PGN di dalam menjalankan penerapan perpres 40 tarikh 2016, permen ESDM 8 tahun 2020, dan kepmen ESDM No 89. K/2020, PT Perusahaan Udara Negara Tbk (PGN) menandatangani Tulisan Perjanjian dengan Pertamina EP pada Implementasi Atas Penyesuaian Harga Udara Bumi untuk Keperluan Proyek Sumatera Selatan - Jawa Barat & Keperluan Pelanggan PGN Medan. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Menguntungkan PGN, Fariz Aziz dan President Director Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, disaksikan oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Kepala SKK MIgas, Dwi Sudjipto, dan Direktur Sempurna PGN, Suko Hartono, Selasa, mencuaikan mekanisme penandatanganan virtual (20/05/2020). Fariz mengungkapkan kerja sesuai ini dalam rangka untuk menolong dan menin...
Pelatuk Orang Menyemut di Soetta, Menulis Air dan AP II Kena Sanksi
Business

Pelatuk Orang Menyemut di Soetta, Menulis Air dan AP II Kena Sanksi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penumpukan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada  Kamis cepat (14/5)   berujung sanksi kepada operator angkutan udara dan operator bandar udara yaitu Menulis Air dan PT Angkasa Pura II (Persero). Juru Cakap Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan  Kemenhub via Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan sanksi pada Selasa (19/5/2020). Adapun aturan yang dilanggar adalah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 18 tarikh 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). "Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh inspektur kami, terdapat pengingkaran berkaitan dengan physical distancing ...
Iuran BPJS Naik, Rumah Sakit: Semoga Pembayaran Lancar
Business

Iuran BPJS Naik, Rumah Sakit: Semoga Pembayaran Lancar

Jakarta, CNBC Indonesia - Kesimpulan pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS di tengah merebaknya wabah Covid-19 telah memicu sejumlah tanggapan dibanding berbagai kalangan.   Meski tahu ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu, pemerintah dianggap memanfaatkan Covid-19 untuk mengambil kesempatan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Morat-marit seperti apakah tanggapan sejumlah Rumah Sakit (RS) mengenai hal itu? Menurut Susi Setiawaty, Eksekutif Utama Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI),   dampak kemajuan iuran BPJS kesehatan terhadap kemampuan Rumah Sakit belum dapat diukur saat ini karena kebijakan tersebut masih baru diimplementasikan. Tapi, Susi  berharap dengan adanya kenaikan iuran BPJS  ini pembayaran kepada sendi sakit bisa le...
Mochtar Riady, Jack Ma, dan Kekurangan Akut di NKRI
Business

Mochtar Riady, Jack Ma, dan Kekurangan Akut di NKRI

Jakarta, CNBC Indonesia kepala Pendiri Lippo Group  Mochtar Riady menghadiri acara Jakarta CMO Club dengan topik "Business Wisdom During COVID-19 Era" secara virtual, Kamis (14/5/2020). Dalam acara itu, Mochtar ditanya perihal kemiskinan di Indonesia, mulai dari penyebab hingga solusi yang dapat dilakukan para pengelola kepentingan. Menurut dia, penduduk miskin tersebar di bermacam-macam lokasi. Namun, mereka dominan terlihat di daerah yang mengandalkan pertanian. Mengapa? Sebab, petani menjual hasil panennya dengan harga sangat murah, sementara dalam memenuhi kebutuhannya mereka harus membeli dengan harga langka. "Petani tak bisa menjual langsung hasil panennya, namun melalui perantara. Sementara petani membeli barang kebutuhan sehari-hari dengan harga ja...
Hai Rakyat, Pemerintah Minta Siap ‘Hidup Baru’ dengan Corona
Business

Hai Rakyat, Pemerintah Minta Siap ‘Hidup Baru’ dengan Corona

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Juru bicara pemerintah untuk penanganan  COVID-19,   Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk bersiap menjalani hidup baru atau "new normal", sebab menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) virus corona (COVID-19) ini tidak akan hilang di waktu singkat di muka bumi. "Saatnya kita untuk tiba merubah perilaku kita untuk tumbuh di dalam kondisi bumi yang masih terancam dengan keberadaan COVID-19. Dalam beberapa kali disebutkan sebab presiden, inilah cara kita buat berdamai dengan virus, bukan menyerah, " ujar Yurianto, Sabtu (16/5/2020) Namun, kata Yurianto, berdamai bukan berarti menyerah. Masyarakat harus dapat beradaptasi untuk menukar pola hidup dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, benar, serta disiplin. ...
Masuk Pola Triangle, Emas Siap Lelap Tinggi!
Business

Masuk Pola Triangle, Emas Siap Lelap Tinggi!

Jakarta, CNBC Indonesia -  Nilai emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2020), setelah me penguatan tiga hari beruntun Kamis kemarin. Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China yang kembali memanas menjadi salah satu penopang pengukuhan emas. Pada jam 17: 51 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1. 731, 53/troy ons, di pasar spot , melansir petunjuk Refinitiv. Dalam tiga hari belakang, total emas sudah menguat nyaris 2%. Dengan teknikal, emas yang disimbolkan XAU/USD kemarin berhasil menembus ke tempat pola Triangle (garis biru), jadi membuat logam mulia ini mendapat momentum penguatan. Level tertinggi tarikh ini US$ 1. 746/troy ons menjadi resisten terdekat. Jika lapisan tersebut ditembus, emas akan amblas lebih tinggi menuju US$ 1. 800/tro...
30 Juta Karyawan Terancam PHK, Tersebut Jeritan Industri Properti
Business

30 Juta Karyawan Terancam PHK, Tersebut Jeritan Industri Properti

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi COVID-19 bukan hanya memberikan intimidasi pada masyarakat, melainkan juga di perekonomian dari sektor keuangan tenggat sektor riil. Hal ini benar dari sektor properti yang mulai kesulitan dan terancam ada lebih dari 30 juta tenaga kerja di PHK. Ketua Umum REI Totok Lusida mengatakan pada masa pandemi ini permasalahan pada sektor properti bukan hanya kemerosotan sales melainkan juga beban operasional. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri perusahaan tetap harus mengakhiri kewajiban THR pada pekerja. Dia mengungkapkan pemerintah meminta sektor properti tidak melakukan PHK, namun di sisi lain perusahaan masih memiliki tanggung jawab pembalasan kredit perbankan. Pasalnya, kredit simpanan kerja dan konstruksi amat penting bagi pengembang untuk mela...
THR Tak Dapat Penuh? Ini Tips Biar Keuangan Tetap Aman
Business

THR Tak Dapat Penuh? Ini Tips Biar Keuangan Tetap Aman

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulan suci Ramadan cuma tinggal hitungan hari. Itu berarti Tunjangan Hari Raya (THR)  kendati sudah berada di depan lengah. Namun sayangnya, di sedang situasi pandemi tahun ini, nyatanya ada banyak pekerja yang ngerasa khawatir jika THR dipotong nama lain tak dibayar penuh. Bahkan, itu juga takut gagal dapat THR gara-gara corona. Melanggar hal ini, sebaiknya Anda tidak perlu khawatir. Ken Handersen sebagai Qualified Wealth Planner mengatakan bahwa berapapun uang THR Anda harus bisa mengatur uang THR agar kondisi keuangan lebih sehat. Ken memastikan untuk mewujudkan keuangan, Anda juga bisa berinvestasi. Anda bisa menerapkan pola 3S yakni Spending, Sharing dan SIP (Save, Investment dan Protection). "Kalau tidak dapat 100 komisi THR tapi ma...