Thursday, August 5

Dapat Restu BPOM AS, Vaksin Moderna Siap Didistribusikan

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah mendapat otorisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat atau US F ood and Drug Administration ( FDA), vaksin virus corona buatan Moderna  Inc, emiten yang tercatat di Bursa Nasdaq dengan kode MRNA, siap didistribusikan.

Hal ini tampak dari karyawan sebuah pabrik pada daerah Memphis sedang mempersiapkan vaksin yang dikembangkan oleh Moderna  & National Institutes of Health, berdasarkan laporan AP News, dikutip Minggu (20/12/2020).

Para pelaku terlihat mulai mengemas pengiriman vaksin Covid-19 tersebut yang dibutuhkan buat mengendalikan pandemi virus corona dalam AS.


Tak hanya Moderna, sebelumnya FDA, pada Sabtu juga telah mengumumkan penggunaan darurat bagi vaksin Pfizer-BioNTech. Dengan telah tersedianya kedua vaksin tersebut, maka vaksinasi massal di AS sudah bisa dimulai.

“Dengan ketersediaan dua vaksin sekarang untuk pencegahan Covid-19, FDA telah mengambil langkah penting lainnya dalam memerangi pandemi global yang menyebabkan banyak sekali rawat inap dan kematian di Amerika Konsorsium setiap hari, ” kata Komisaris FDA Stephen M. Hahn, MD, ” seperti melansir Reuters, dikutip Minggu (20/12/2020).

Setidaknya akan ada enam juta jumlah vaksin yang dikirim ke semesta AS pekan depan. Keputusan FDA ini mendapat sambutan dari Presiden AS Donald Trump. Pria dengan akan segera lengser Januari 2021 itu mencuit “Selamat, vaksin Moderna sekarang telah tersedia” dalam akun Twitternya @realDonadTrump.

[Gambas:Twitter]

AS adalah negara pertama yang memberikan izin ke Moderna. Sementara Pfizer, AS menjadi negara kedua setelah Inggris, dengan mengeluarkan izin 2 Desember berantakan.

Moderna merupakan perusahaan obat yang berbasis di Massachusetts, AS. Efektivitas vaksin ini patuh riset adalah sekitar 95% dibanding plasebo.

Sebelumnya, dalam Kamis, panel penasihat independen untuk FDA mendukung penggunaan vaksin Moderna. Seluruh anggota panel memberikan bahana penuh bahwa manfaat vaksin bertambah besar dari risikonya pada masyarakat berusia 18 tahun ke pada, namun satu suara abstain dalam pertemuan itu.

Kabar baik ini tak membuat bagian MRNA  di Nasdaq  menguat. Di penutupan perdagangan Jumat lalu (18/12), saham MRNA  minus 2, 62% di level US$ 140, 23/saham. Kendati demikian, secara tahun berjalan atau year to date, saham MRNA  meroket 617%.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)