Thursday, January 28

Dow Jones Dibuka Naik 137 Poin Sambut Perkembangan Stimulus

Jakarta, CNBC Indonesia porakporanda Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka naik pada perdagangan Kamis (17/12/2020), menyambut perkembangan vaksin dan harapan cairnya stimulus sebelum akhirusanah.

Ruang Dow Jones Industrial Average beranjak 137 poin (+0, 45%) di dalam pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 30 menit kemudian menjadi 132, satu poin (+0, 44%) ke 30. 286, 68. S& P 500 naik 14, 6 poin (+0, 39%) ke 3. 715, 78 dan Nasdaq tumbuh 61, 9 poin (+0, 49%) ke 12. 720, 1.

Indeks sektor utilitas dan sektor material menjadi yang berkinerja terbaik di indeks S& P 500, masing-masing meroket lebih dari 1%. Saham Apple juga naik lebih dari 1% dan menjelma pendorong utama indeks Dow Jones.


Konvensi telah mencapai kesepakatan stimulus senilai US$ 900 miliar yang tercatat bantuan langsung tunai (BLT). Tetapi, paket stimulus tersebut belum menanamkan bantuan untuk pelaku bisnis & pemerintahan lokal-dua pemicu perbedaan Golongan Demokrat dan Partai Republik.

“Kami sedang dekat dan kita akan menuju ke sana, ” tutur Atasan Mayoritas Senat Mitch McConnell sebagaimana dikutip CNBC International. “Kami membuat kolom yang kuat untuk memuluskan tiang paket bantuan pandemi yang bisa mendapat persetujuan kedua belah bagian. ”

Stimulus kian mendesak setelah petunjuk klaim tunjangan pengangguran mingguan membuktikan ada 855. 000 pengangguran gres pekan lalu, menjadi level dengan tertinggi sejak September. Ekonom memperkirakan angkanya hanya akan mencapai 808. 000.

Sementara itu, Departemen Perdagangan melaporkan angka penjualan ritel anjlok satu, 1% pada November, atau lebih buruk dari proyeksi ekonom di polling Dow Jones yang memperkirakan angka 0, 3%.

Saat ini, kejadian Covid-19 di AS telah meningkat rata-rata 215. 729 setiap harinya dalam sepekan terakhir. Pada Rabu saja ada 247. 000 kejadian baru. Hal ini mendorong pemberlakuan pembatasan sosial di beberapa negara bagian.

Kesepakatan stimulus sebesar itu akan “cukup besar untuk membantu menjembatani gap ekonomi ke sisi lain industri yang terpukul paling tulang oleh pandemi dan usaha mungil lainnya, mengingat pandemi bisa berakhir secepatnya di kuartal II-2021, ” tutur Tom Essaye, pendiri The Sevens Report sebagaimana dikutip CNBC International .

Penguatan tersebut terjadi di tengah sentimen membangun penetapan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang tetap di level 0% had 0, 25%. Federal Reserve (The Fed) pula menyiapkan dana US$ 120 miliar per bulan untuk membanjiri rekan dengan likuiditas jika pemulihan ekonomi masih berjalan lambat.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)