Saturday, January 16

Kookmin Digugat Bosowa, Transformasi Bukopin Pekerjaan Terus

Jakarta, CNBC Indonesia – Penasihat Utama PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Rivan Ahmad Purwantono menetapkan gugatan yang dilayangkan PT Bosowa Corporindo kepada KB Kookmin Bank, selaku pemegang saham pengendali perseroan tak akan mempengaruhi proses alterasi bisnis yang saat ini cukup dilakukan.

Mengacu bukti Sistem Informasi Penelurusan Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, gugatan tersebut dilayangkan oleh Bosowa dengan petitumnya ditujukan kepada Otoritas Bantuan Keuangan dan Kookmin dengan bagian perkara 693/Pdt. G/2020/PN Jkt. Pst.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Bosowa pada Rabu, 25 November 2020 dengan klasifikasi urusan perbuatan melawan hukum.


“Yang perlu kami tegaskan, gugatan ini telah diajukan Bosowa pada OJK dan Kookmin, saat itu masih berjalan di pengadilan perdata dan tata usaha negara, namun belum mendapatkan keputusan, ” introduksi Rivan, dalam jumpa pers dengan virtual, Senin (30/11/2020).

Lebih lanjut dijelaskan Rivan, Kookmin telah menjadi pemegang saham pengendali (PSP) perseroan dengan kepemilikan sebesar 67% saham, menggeser posisi Bosowa.

“Di tengah gugatan ini tidak mengubah transformasi yang kita siapkan. Bank ini tetap harus memberikan penyajian yang baik kepada masyarakat, ” tuturnya.

Perseroan meyakini, masuknya KB Kookmin akan memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Adapun kira-kira fokus yang akan dilakukan atau transformasi manajemen ke depan kurun lain menyelesaikan kredit yang problematis atau non performing loan/NPL & isu mengenai likuiditas.

Dia mengatakan, masuknya Kookmin sebagai PSP yang baru memberikan buah yang positif. Hal ini terlihat dari indikator rasio kecukupan pangkal (capital adequacy ratio /CAR) sampai dengan akhir September yang meningkat menjadi 16, 34% dari 12, 59% secara tahunan.

Total ekuitas naik 17, 27% seiring tambahan modal Rp 3, 9 triliun dari dua kesibukan korporasi, yakni Penawaran Umum Terbatas V pada Juli 2020 & Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (private placement) pada 2 September 2020.

“Kookmin jadi pengendali secara kepemilikan 67%, jadi PSP dengan baru dan kuat di pabrik turut meningkatkan kepercayaan publik & investor, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)