Tuesday, December 1

BI Akhirnya Pangkas Suku Bunga, Makna SBN Lanjut Menguat

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada Kamis (19/11/2020) mayoritas ditutup menguat, setelah Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Badan Gubernur (RDG) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan.

Mayoritas SBN keadaan ini ramai dikoleksi oleh investor, kecuali SBN tenor 1 tahun dan 5 tahun.   Dilihat dari imbal hasilnya ( yield ), hampir semua SBN mengalami penurunan yield , tetapi tak untuk yield SBN tenor 1 tahun yang naik 5, 8 dasar poin ke level 4, 013% dan yield SBN berjatuh tempo 5 tahun yang naik 4, 1 basis poin ke 5, 233%

Sementara itu, yield SBN dengan tenor 10 tarikh yang merupakan acuan yield obligasi negeri melanjutkan penurunan, yakni 0, 3 basis poin ke level enam, 178% hari ini.   Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan kehormatan obligasi yang naik. Demikian selalu sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.


Harga SBN mayoritas kembali menguat karena investor merespons pasti terkait keputusan BI yang menyandarkan suku bunga acuannya kali ini, setelah 4 bulan suku kembang acuan tersebut ditahan di tangga 4%.

Pada Kamis (19/11/2020), RDG BI edisi November 2020 membatalkan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3, 75%. Sementara itu, suku bunga Deposit Facility turun menjadi 3% serta suku bunga Lending Facility sekarang di 4, 5%.

“Keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap aib, stabilitas eksternal yang terjaga & langkah pemulihan ekonomi  nasional, ” kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG.

Kejadian ini tidak diperkirakan oleh mayoritas pelaku pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dan Reuters menghasilkan proyeksi BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap di 4%.   Artinya, suku bunga acuan saat ini berada di posisi terendah semenjak diperkenalkan pada Agustus 2016 mengoper BI Rate.

Di dalam kondisi normal, penurunan suku bunga acuan membuat rentang  ( spread ) imbal buatan SBN  suatu negara menipis jika dibandingkan dengan negara maju, dengan pda  gilirannya menekan harga tulisan utang.

Namun dalam tengah  ekspektasi banjir stimulus di Amerika Serikat (AS),   Wall Street diperkirakan kebanjiran likuiditas sehingga pelaku pasar Negeri Sam bahan membelanjakannya ke pasar emerging market , salah satunya untuk membeli SBN  setempat tercatat di Indonesia.

TIM RISET CNBC NUSANTARA

[Gambas:Video CNBC]
(chd/chd)