Wednesday, December 2

Joe Biden Menang, 3 Sektor Itu Diramal Bakal Cuan di 2021

Jakarta, CNBC Nusantara – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meyakini ada beberapa sektor yang masih muncul cukup positif di tahun aliran seiring dengan arah perbaikan ekonomi domestik.

Head of Research Mirae Asset, Hariyanto Kejayaan menyebut, meskipun ekonomi Indonesia sudah terkonfirmasi mengalami resesi, namun dengan tren sudah menunjukkan perbaikan. Situasi ini diproyeksikan akan terus berlanjut sampai tahun 2021.

Katalis pendorongnya  yakni  membaiknya rekan saham. Sentimen utamanya, pasar sedang menanti perkembangan terbaru mengenai vaksin.


“Ekonomi turun karena Covid-19, ini menunggu vaksin, jika sudah terdistribusi, ekonomi akan recover, ini akan pengaruh positif ke pertumuhan ekonomi dan sentimen pada Indonesia, ” kata Hariyanto, di paparannya secara virtual, Jumat (13/11/2020).

Katalis positif lainnya adalah terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Konsorsium. Joe Biden  dan pasangannya, Kamala  Harris saat ini unggul akan petahana Donald Trump-Mike Pence di dalam Pilpres  AS yang digelar 3 November silam.

Menurutnya, kebijakan ekonomi Biden dinilai lebih akomodatif dengan China meski tak menjanjikan relaksasi tarif dengan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Lalu, untuk Indonesia, salah mulia dampak yang positif dengan terpilihnya Biden adalah peluang investasi di sektor green energy dan infrastruktur, memikirkan hal itu menjadi fokus dalam janji kampanye Biden soal gaya baru terbarukan.

“Dibanding Trump yang inkonsisten, market cenderung sering kepastian. Biden cenderung bisa diprediksi, ” kata Hariyanto melanjutkan.

Mirae setidaknya menyebut tersedia tiga sektor yang berpeluang muncul positif di tahun depan, yaitu pertama, sektor properti.

Sektor ini dinilai akan lulus positif di tahun depan bahasa dengan dampak dari Undang-undang Membentuk Kerja (Omnibus Law) yang menyetujui warga non residen membeli apartemen di Indonesia.

Kedua, yang sektor yang masih hendak cenderung stabil adalah emiten konsumer seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sekalipun ada risiko penurunan daya beli dengan tidak dinaikkannya Upah Kecil Regional (UMR) di mayoritas propinsi di Indonesia mengingat faktor Covid-19 yang masih melanda terutama di sisi pengusaha, konsumsi mie instan tetap masih meningkat.

Sedangkan, untuk INDF akan diuntungkan karena membawahi perusahaan di zona kelapa sawit. Mirae juga memprediksi, sektor ini akan tumbuh pasti di tahun depan.

“Sektor komoditas menarik tahun pendahuluan, ekonomi China sudah recover. Produk di luar oil akan tumbuh, ” paparnya.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)