Wednesday, December 2

Sudah Suntik Vaksin, Bisakah Tubuh Balik Terinfeksi Virus?

Jakarta, CNBC Indonesia kepala Vaksinolog dan Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dirga Sakti Rambe menegaskan bagi seseorang yang sudah pernah terpapar Covid-19 tetap harus waspada dan menerapkan protokol kesehatan tubuh dengan 3 M.

“(Re-infeksi) di seluruh dunia belum sampai 30 kasus, masih mungil. Tapi kita tahu durasi perlindungan antibodi covid-19 ini tak berlangsung lama. Sekalipun kita pernah kena covid-19 harus tetap menggunakan #masker, #jagajarak dan rajin #cucitangan. Jangan mentang-mentang karena kita bisa tepat oleh infeksi virus yang bertentangan, ” katanya dalam dialog produktif “Vaksin: Intervensi Kesehatan Masyarakat yang Efektif dan Aman” secara maya di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya berapa kali vaksinasi tergantung dari jenis penyakit infeksi itu sendiri. Hal itu bisa diketahui berdasarkan hasil penelitian. Apakah harus diulang ataupun cukup hanya 1 kali vaksinasi saja.


“Misal BCG mencegah TBC sekali seumur hidup. Ada DPT, itu mesti diulang-ulang. Didapat data itu dari penelitian. Proteksi optimal berapa kali suntikan dan berapa lama, ” jelasnya.

Dia juga mengenai terkait dengan kejadian ikutanpasca imunisasi(KIPI). Ada beberapa yang dirasakan pasca imunisasi/vaksinasi yang dimaksud dengan KIPI ini. Misalnya, seseorang yang merasakan sakit kepala setelah disuntik vaksin MMR (vaksin yang diberikan dengan tujuan agar tubuh terlindung sebab penyakit gondong, campak, dan rubella).

“KIPI yang dilaporkan belum tentu vaksinnya. Sudah ada metode, apakah keluhan tadi berhubungan atau tidak. Bisa jadi tersebut kebetulan, misal karena telat dahar, ” ujarnya.

“Kedua, memang vaksin ada efek bibir. Tapi itu mayoritas sifatnya ringan hanya reaksi lokal. Sebagian bisa demam, ingat demam tanda vaksin bekerja, tidak perlu khawatir, ” imbuhnya.

Seiring berjalannya waktu banyak vaksin yang ditemukan. Hal ini menurutnya menggambarkan pertambahan ilmu pengetahuan. Bahkan dia mengatakan, kalau bisa semua penyakit infeksi ada vaksinnya.

“Membuat vaksin kan tak mudah. Pembuatan (vaksin) biasanya untuk yang berdampak luas. Pandemi ini kan bisa berulang. Dulu ada influenza, saat ini covid-19. Oleh karena itu, kita harus perhatikan kebersihan, interaksi manusia dengan binatang, ” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)