Tuesday, December 1

Dalam Tengah Pandemi, PaninBank Cetak Faedah Rp 2, 33 T pada Q3-2020

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Panin Tbk. (PaninBank) telah mengumumkan kinerja keuangan kuartal III-2020. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak sebab pandemi Covid-19, PaninBank tetap mencetak pertumbuhan laba.

Kepala Direktur PaninBank Herwidayatmo mengatakan secara individual bank (bank only) sampai dengan kuartal III-2020, PaninBank lulus membukukan laba bersih sebesar Rp 2, 33 triliun, meningkat 5, 2% dibanding periode yang sesuai tahun 2019 sebesar Rp 2, 21 triliun.

“Kami bersyukur dapat menjaga pertumbuhan laba, didukung dengan posisi likuiditas serta permodalan yang kuat. Dengan sinergi bisnis yang menyeluruh baik di sektor perkreditan, tresuri dan jasa-jasa, kami berhasil menjaga pertumbuhan dalam tengah periode yang cukup mengandung bagi semua industri akibat pandemi Covid-19. Keberhasilan tersebut memberikan jalan segar dan optimisme untuk langsung tumbuh dan berkembang, ” perkataan Herwidayatmo dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia, Minggu (1/11/2020).

Secara konsolidasi, laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 12, 1%, menjadi Rp 4, 76triliun. Kualitas aset terkendali dengan NPL (net) 0, 58% dan kedudukan permodalan yang sangat kuat serta likuiditas terjaga dengan optimal.

Peningkatan pendapatan operasional sebelum pencadangan terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan fee based income yang menyentuh Rp 2, 26 triliun, terbang 79, 2% yoy. Hal itu sejalan dengan meningkatnya transaksi surat-surat berharga di tengah kecenderungan kemerosotan suku bunga pasar.

Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dampak Covid-19, sampai dengan Kuartal III-2020 ini, PaninBank telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan nilai aset yang cukup signifikan sebesar Rp 1, 78 triliun, menyusun 96, 9% dari periode yang sama tahun lalu.

PaninBank mengantisipasi dan memperhitungkan daya peningkatan kredit bermasalah sebagai akibat dari perlambatan pertumbuhan perekonomian dengan berdampak pada meningkatnya profil risiko portofolio kredit. Total aset konsolidasi mencapai Rp 216, 59 triliun, naik dari periode yang sesuai tahun 2019 sebesar Rp 212, 67 triliun.

Mutlak kredit sebesar Rp 133, 93 triliun, mengalami penurunan sebesar 12, 9% terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan kredit di tengah lambatnya pertumbuhan perekonomian di Indonesia & penerapan prinsip kehati-hatian untuk memelihara kualitas portofolio kredit.

PaninBank terus mendukung upaya negeri dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia, diantaranya dengan menjalankan stimulus yang ditetapkan oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program restrukturisasi serta relaksasi kredit terhadap nasabah dengan usahanya terdampak oleh Covid-19.

Menjepret: Suasana PaninBank (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Sampai secara kuartal III-2020, PaninBank melaksanakan kalender restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi nasabah yang terdampak Covid-19 sekitar 24% dari portofolio kredit dengan diberikan bank. Posisi likuiditas bank terjaga dengan baik dibuktikan dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga sejumlah 7, 0%, dan telah mencapai Rp. 146, 44 triliun.

Pertumbuhan tabungan 14, 3% dan giro sebesar 10, 8% yoy yang lebih tinggi sejak pertumbuhan DPK menunjukkan PaninBank langsung mendorong peningkatan CASA. Rasio likuiditas Loan-to-Deposit Ratio (LDR) berada pada posisi optimum sebesar 84, 2% di bulan September2020.

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio(CAR) juga terjaga dengan kuat pada posisi September 2020 sebesar 27, 3%, meningkat dibanding pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 23, 3%, dan jauh lebih tinggi dari ketentuan minimum permodalan yang berlaku.

Non-Performing Loan (NPL) dapat dikelola dengan baik di level yang aman. Rasio NPL gross sedikit meningkat ke level 3, 05% dibandingkan dengan September 2019 dengan sebesar 2, 99%, sedangkan NPL net turun signifikan pada golongan 0, 58 dibandingkan posisi September2019 sebesar 0, 81%.

PaninBank melakukan upaya berkelanjutan untuk perbaikan NPL melalui restrukturisasi nilai bermasalah, penghapusan kredit, dan kemajuan kredit lancar.

PaninBank juga terus memperkuat layanan perbankan elektronik dan digital yang semakin lengkap, dengan memposisikan Mobile Panin dan internet PaninBank sebagai carik transaksi utama bagi nasabah dalam masa pandemi. Hal ini tampak dari peningkatan jumlah transaksi mencuaikan saluran perbankan elektronik dengan disertai kenaikan pendaftar baru dibanding secara pencapaian akhir 2019.

Dalam bidang Corporate Social Responsibility(CSR), PaninBank menyelenggarakan program “PaninPeduli”, sebuah aksi donasi dari karyawan konsumen PaninBank yang bertujuan untuk menolong mereka yang tengah berjuang melayani efek pandemi Covid-19.

Bantuan disalurkan kepada profesi dengan terdampak dan membutuhkan bantuan selama masa pandemi, yakni pengemudi taksi & ojek online, panti asuhan, dan kelompok masyarakat yang terdampak lainnya. Perseroan juga menyalurkan tumpuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat dibutuhkan oleh petugas kesehatan. Bantuan disalurkan melalui rumah-rumah Sakit, Palang Merah Indonesia, & yayasan-yayasan kemanusiaan yang terpercaya.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)