Tuesday, December 1

Dipilih Erick Jadi Komisaris BUMN, Itu Rencana Relawan Jokowi

Jakarta, CNBC Indonesia –  Dyah Kartika Rini atau Kartika Djoemadi,   mantan komisaris PT Danareksa (Persero), yang resmi ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir  menjadi Komisaris Independen PT Jasa Makmur (Persero) angkat suara terkait dengan berbagai strategi pengawasan yang mau dilakukan.

Dyah Kartika sebelumnya adalah eks relawan Joko Widodo (Jokowi) ketika mengikuti penetapan gubernur DKI Jakarta 2012 dan Presiden RI 2014 silam. Tempat juga menjabat Koordinator Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev).

“Untuk pertanyaan mengenai perintah dan tanggung jawab saya jadi satu diantara Komisaris Independen Jasa Raharja tentunya melakukan pengawasan untuk pada setiap aksi korporasi, menjaga GCG [tata kelola, good corporate governance ] dan compliance atau kepatuhan kepada regulasi, ” katanya kepada CNBC  Indonesia, Jumat (30/10/2020).


“Selain itu juga membantu menganjurkan saran atas setiap perbaikan dengan dilakukan oleh pihak manajemen, ” katanya.

Dia mengatakan penugasan dirinya di  asuransi hasil  nasionalisasi perusahaan asuransi kerugian Belanda di tahun 1958 ini pantas dengan SK Menteri BUMN agenda 26 Oktober 2020.

“Dalam beberapa hari ini aku telah membaca laporan keuangan serta kinerja perusahaan, sejauh ini kongsi dalam jalur yang benar, serta mempunyai kinerja yang baik, ” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan Jasa Makmur, tahun lalu, jumlah pendapatan premi bruto naik 3, 14% menjadi Rp 6, 11 triliun lantaran tahun sebelumnya Rp 5, 93 triliun.

Pendapatan investasi naik 12. 75% menjadi Rp 1, 04 triliun, dari tarikh sebelumnya Rp 920, 32 miliar, dan total pendapatan naik sedikit 0, 31% menjadi Rp enam, 99 triliun dari sebelumnya Rp 6, 98 triliun.

Jumlah klaim dan manfaat terangkat 2, 16% menjadi Rp 3, 02 triliun dari sebelumnya Rp 2, 95 triliun.

Kenaikan ini terutama disebabkan pengembangan klaim dan manfaat sebesar Rp 159, 52 miliar dalam setahun. Dari total klaim dan kebaikan, paling besar disumbang oleh klaim dan manfaat dari kecelakaan lulus lintas jalan degan jumlah menyentuh Rp 2, 61 triliun dibanding tahun sebelumnya  Rp 2, 45 triliun.

Total laba bersih tahun berjalan Jasa Raharja tahun 2019 sebesar Rp 1, 56 triliun, turun 4, 14% atau setara dengan Rp 67, 27 miliar dibandingkan menyaruk bersih tahun berjalan tahun 2018 sebesar Rp1, 63 triliun.

Foto: Laporan investasi 2019 Jasa Makmur
Laporan investasi 2019 Jasa Raharja

“Penurunan laba bersih tahun berjalan merupakan imbas dari penurunan menyaruk sebelum pajak penghasilan yang dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah pikulan, ” tulis laporan keuangan Jasa Raharja.

Terkait dengan maraknya industri asuransi dengan disorot karena kasus korupsi asuransi BUMN, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Dyah  menegaskan bahwa kendati Pertolongan Raharja berada pada industri dengan sama, yaitu industri asuransi, namun manajemen melakukan pengelolaan dana klub dengan cukup baik dan cakap.

Selain itu, tegasnya, secara core business, bisnis inti Jasa Raharja  juga berbeda dengan asuransi Jiwasraya.

Hal tersebut lantaran Jasa Raharja memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui dua  program asuransi sosial, yaitu Asuransi Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Ijmal yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Cetakan 33 tahun 1964 tentang Sokongan Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.

Satu lagi yakni Asuransi Tanggung Jawab Menurut Hukum Terhadap Pihak Ketiga yang dilaksanakan bersandarkan Undang-Undang Nomor 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lin Jalan.

“Mengenai pengelolaan investasi yang dilakukan oleh Jasa Raharja saat itu masih cukup konservatif, porsi investasi di pasar modal melalui penyertaan saham maupun reksa dana sedang dalam batas normal, ” jelasnya.

“Dana masyarakat lebih banyak di investasikan pada kategori investasi yang aman, ” introduksi Dyah.

Sebagai fakta, mengacu data laporan keuangan Bantuan Raharja, tahun lalu perusahaan membawa dana investasi hingga Rp 13, 87 triliun, naik 7, 89% dari tahun sebelumnya Rp 12, 86 triliun.

Sebaran dari dana itu, yakni dibenamkan ke reksa dana mencapai 49, 38% atau Rp 6, 85 triliun, disusul kemudian deposito 19, 82% atau Rp 2, 75 triliun.

Adapun bagian hanya 9, 34% mencapai Rp 1, 30 triliun, jumlah bagian saham secara persentase bertambah dari tahun 2018 yakni  7, 28%.

“Insya Allah [investasi] Jasa Raharja aman, ” katanya.

Foto: Profitabilitas investasi Jasa Raharja 2019
Profitabilitas investasi Jasa Raharja 2019

Situs raut profesional, LinkedIn  mencatat, Dyah  sebelumnya menjadi Komisaris Danareksa sejak Oktober 2015 sebelum ditunjuk Menteri Erick ke Jasa Raharja.

Adapun Komisaris Utama Jasa Raharja masih dijabat Budi Setiyadi, bekas Direktur Lalu Lintas Polda Riau yang juga menjabat Dirjen Relasi Darat Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya Dyah  adalah founder dan owner dari PT Spindoctors Indonesia. Dia lulusan program eksper di UI, program doktoral 2017 juga di UI serta program business/managerial economics di University of Cambridge.

Soal ramainya sorotan publik karena relawan Jokowi  jadi komisaris, dia menegaskan bahwa  sesungguhnya hal itu tidak perlu dipersoalkan.

“Karena jika dilihat dari total jumlah relawan Jokowi yang masuk ke BUMN (baik untuk posisi komisaris maupun direksi) itu jumlahnya sedikit sekali, yakni kurang dari 1% dari total jumlah seluruh direksi dan komisaris yang ada di BUMN, ” jelasnya.

“itu biar tidak sembarangan, relawan juga kudu melalui proses seleksi yang saksama dan profesional, hanya yang menyimpan kompetensi dan kapabilitas yang mampu diterima, dan itu wajar sekadar sepanjang memenuhi GCG. ”

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)