Wednesday, December 2

Ini Strategi Sutiaji dalam Akselerasi Wisata dan UMKM di Malang

Jakarta, CNBC Indonesia – Kota Malang ditargetkan menjadi kekuatan besar ke depannya secara berkolaborasi dengan daerah lain dalam sekitarnya. Agar tidak menjadi menimpa tindih dengan daerah lainnya, Tanah air Malang menerapkan kanalisasi, salah satunya dengan wisata edukasi dan kuliner.

Wali Kota Rengsa H. Sutiaji mencontohkan saat itu sudah ada kampung tematik dalam Kota Malang dan akan pasti fokus kesana, sehingga pihaknya tak akan menyediakan wisata yang telah ada di kota Batu.

“Kami akan konsen yang menjadi bagiannya, yang sudah disediakan Kota Batu tidak akan ana sediakan, ” kata Sutiaji, di dalam diskusi CNBC Indonesia Award Best Regional Leaders, Jumat (23/10/2020).


Dia mengharapkan konsep kanalisisasi ini bisa konsisten dijalankan jadi bisa membentuk sistem, dengan sejenis siapapun kepala daerahnya tinggal menjalani sistem yang sudah ada. Sutiaji mengatakan saat pertama kali dilantik pendapatan daerah Kota Malang cuma sekitar Rp 380 miliar, tempat mengharapkan bisa naik menjadi Rp 1, 5 triliun di simpulan masa jabatannya.

“Banyak yang bilang Rp 1, 5 triliun itu besar, padahal jika dilihat sumber pendapatannya bisa bertambah besar lagi seharusnya. Tempat manipulasi yang subur itu, mohon maaf di sumber pendapatan, saya memiliki datanya. Jadi harapan saya itu berbasis data, ” kata dia.

Menetapkan mendongkrak perkembangan UMKM kota Geruh, Jawa Timur akan mendirikan Rengsa Creative Center (MCC) yang rencananya akan selesai pada 2022. MCC nantinya juga dapat digunakan untuk UMKM yang sebelumnya mencari tempat untuk memasarkan produknya dan menjelma ‘rumah’ bagi usahanya.

“Anggarannya dulu Rp 180 miliar tapi kami pangkas menjadi Rp 125 miliar, yang akan dibangun 2021 dan selesai 2022. Ini akan menjadi tempat kontemplasi serta pembelajaran anak-anak kita, ” sekapur Sutiaji.

Selain menjelma pusat bagi UMKM, mereka selalu akan diberikan  pembelajaran dan berbagai syarat agar mereka bisa bersaing di pasar. Dengan begitu itu tetap bisa kreatif dan bersaing dengan pasar, pelatihan di MCC pun dapat menjadi kurasi bagi UMKM.

“Juga nanti tempat edukasi, jadi orang mampu melihat kesana ini cara pembuatan produknya. Tadinya kalau tidak ada pandemi 2021 sudah on going, tapi pandemi kita sudah berbagai persiapan, ” katanya.

Menurutnya inovasi tidak hanya kudu fokus pada digital semata, walaupun ketika memasuki dunia informasi sanggup memudahkan pelaku usaha. Namun pada masa seperti ini menurut Sutiaji, semua sarana dan prasarana kudu dimanfaatkan dan dikembangkan.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)