Wednesday, December 2

Memperhatikan Ada Ancaman Mega Tsunami, Tersebut Peringatan Ilmuan!

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut ‘Mega-tsunami’ dikatakan akan terjadi. NYPost merekam hal ini akibat cairnya gletser di Alaska, Amerika Serikat (AS).

Bahkan, para ahli yang prihatin mengklaim peristiwa mampu terjadi dalam 12 bulan ke depan. Jika bukan segera, ilmuan memprediksi mega tsunami akan datang dua dekade mendatang.


Taat media AS itu, surat terbuka sudah diberikan para ilmuan ke Departemen Sumber Daya Alam Alaska (ADNR) Mei 2020. Area dengan disebut ‘berbahaya ‘ adalah Prince William Sound di sepanjang miring selatan Alaska AS.

Wilayah ini telah mengalami penyusutan gletser yang menyebabkan ketidakstabilan pada lereng gunung Barry Arm. Mencairnya es akan memicu longsornya batuan yang tak stabil.

“Kami, sekelompok sarjana dengan keahlian dalam perubahan kondisi, tanah longsor, dan bahaya tsunami, telah mengidentifikasi ketidakstabilan di atas kaki Gletser Barry di Barry Arm… yang berpotensi… menimbulkan tsunami, ” ujar kata ilmuan, dikutip Selasa (20/10/2020).

“Kami yakin tsunami yang diakibatkan oleh tanah longsor ini mungkin bakal terjadi dalam tahun depan, dan kemungkinan besar dalam 20 tarikh. ”

Ini juga bisa membahayakan baik nelayan maupun wisatawan. Apalagi Prince William Sound adalah daerah terpencil namun kerap dikunjungi kapal-kapal termasuk kapal melancong.

Para peneliti menyuarakan longsor akan memicu gelombang manusia besar tak cuma di Alaska akan tetapi juga di Greenland. Sebelumnya kelanjutan longsor di Taan Fiord, wilayah lain gletser Alaska, tsunami menyentuh 633 kaki (sekitar 192 meter).

Barry Arm memiliki lereng lebih besar. Potensi tsunami diprediksi lebih dari itu.

Sementara itu, ahli geofisika dari Ohio State University mengatakan kepada NASA Earth Observatory bahwa sulit mempercayai angka-angka itu pada awalnya. Namun berdasarkan sejumlah hal, mampu saja puing yang dilepas Barry Arm lebih banyak.

“Berdasarkan ketinggian endapan di arah air, volume tanah yang tergelincir, dan sudut kemiringan, kami membilang bahwa keruntuhan akan melepaskan 16 kali lebih banyak puing serta 11 kali lebih banyak energi, ” ujar Chunli Dai, dikutip dari media yang sama.

Pemantauan hingga kini langsung dilakukan para ilmuan. Guna melihat sinyal peringatan dini longsor dan tsunami yang mungkin bisa berlaku.

(sef/sef)