Wednesday, October 28

Kabar Gembira, Bio Farma Sudah Resmi Produsen Vaksin Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bio Farma (Persero) telah resmi menjadi salah satu Potential Drug Manufacturer CEPI for Covid-19. Produksi vaksinnya akan dikerjakan mulai kuartal keempat tahun pendahuluan atau awal 2022 dengan kapasitas produksi 100 juta dosis bola lampu tahun.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengucapkan penggunaan tempat produksi Bio Farma oleh CEPI ini adalah untuk memberikan fasilitas kepada pengembang vaksin dunia yang tidak memiliki wahana produksi massal.

“Saat ini dunia sedang berusaha untuk menemukan vaksin Covid-19 dengan segala jenis platform. Pengembang – pengembang vaksin Covid-19 dari seluruh dunia, ada yang belum memiliki wahana produksi massal secara mandiri, sehingga CEPI akan mempertemukannya dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu, dan Bio Farma merupakan salah satunya, ” kata Honesti dalam siaran persnya, Kamis (15/9/2020).


Mengenai CEPI merupakan koalisi pemerintah-swasta serta filantropis, yang berpusat di Norwegia, memiliki tujuan untuk mengatasi epidemi, dengan cara mempercepat pengembangan vaksinnya. CEPI juga bertujuan untuk menggelar fase awal vaksin, yang tenang, efektif dan terjangkau yang mampu membantu menahan wabah sedini mungkin.

Honesti menegaskan, secara digunakannya fasilitas produksi oleh CEPI ini tidak mengganggu produksi rutin di Bio Farma.

Setelah kerja sama ini, kolaborasi dengan CEPI akan dikembangkan buat vaksin pandemi lainnya dengan menggunakan teknologi terkini. Hal ini diharapkan dapat membantu Bio Farma buat mendapatkan akses teknologi pembuatan vaksin lainnya sehingga memperkuat kemandirian vaksin secara nasional.

Ini bukan kali perdana Bio Farma melakukan kerja sepadan internasional. Saat ini perusahaan tercatat sebagai salah satu dari 29 produsen vaksin di dunia dengan mendapatkan prakualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai syarat sudah memenuhi Good Manufacturing Practices (GMP), sehingga vaksin dari perusahaan mampu digunakan di 150 negara.

“Pada tahun 2019 dengan lalu, tercatat lebih dari 16 negara anggota OKI yang berlajar langsung kepada kami, mengenai penjatahan vaksin, saat Bio Farma menjadi tuan rumah pada acara Workshop Cold Chain Management System (rantai dingin) untuk negara-negara yang terlibat dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), ” jelas dia.

Sebelumnya Bio Farma juga sudah menjadi Presiden dari Developing Countries Vaccine Manufacturer Network (DCVMN) / Gabungan Produsen Vaksin dari Negara Berkembang, selama dua periode 2012 – 2014 dan 2014 berantakan 2016.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)