Wednesday, October 28

Jos! Awal Pekan, Harga CPO Terbang 3% Lebih ke RM 3. 000/ton

Jakarta, CNBC Indonesia –  Harga patra sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menguat signifikan serta membawanya ke level psikologis kausa tahun pada perdagangan siang hari ini, Senin (12/10/2020).  

Pukul 11. 30 WIB, harga CPO  untuk kontrak transmisi Desember di Bursa Malaysia Derivatif Exchange menguat 3, 19% ke level RM 3. 004/ton. Golongan RM 3. 000 merupakan kondisi harga CPO  pada bulan Januari awal tahun ini.


Ada beberapa faktor yang membuat harga CPO  terus mengalami reli dan cenderung kokoh berada pada rentang level tertingginya sejak bulan Februari lalu. Memang produksi CPO  baru memasuki periode musim penerapan puncak di Indonesia dan Malaysia.  

Namun adanya potensi La Nina yang menjadi ancaman bagi pasokan minyak nabati unggulan RI dan Negeri Jiran ini membuat harganya ikut terkerek tinggi.  

La Nina yang diperkirakan bakal melanda Asi Tenggara kurang bulan mendatang bakal memicu terjadinya hujan lebat yang intens. Situasi ini pada akhirnya bakal melahirkan terjadinya gangguan terhadap output.  

Apalagi untuk negeri Malaysia sebagai produsen terbesar ke-2 setelah Indonesia. Kurangnya tenaga kerja di sektor perkebunan kelapa sawit membuat Malaysia harus menghadapi larangan dalam pemanenan.

“Produksi Malaysia mengalami pelemahan, tetapi penerapan Indonesia tetap kuat, ” cakap Paramalingam Supramaniam, direktur pialang Penjaga Bestari Sdn Bhd yang berbasis di Selangor kepada Reuters.

Bagaimanapun juga fenomena La Nina ini akan tetap dipandang sebagai pemicu terjadinya reli nilai komoditas minyak nabati di abu tahun ini serta awal tahun depan.  

Pada jangka pendek sentimen positif dalang pasar adalah adanya fenomena pembelian minyak sawit dalam jumlah gede untuk meningkatkan stok di India menjelang perayaan Diwali November belakang.

Kebijakan stocking China dengan pembelian minyak sawit pada volume besar juga turut menjadi sentimen pendongkrak harga.

“Jika konsumen terus membeli ditambah dana kelolaan juga ikut mengambil (kontrak) terjadi secara bersamaan, kemungkinan harga minyak sawit untuk tengah waktu bisa mencapai 3. 200 ringgit” ujar Thomas Mielke, Direktur Oil World kepada Reuters.

Apabila mengacu pada poling yang dilakukan Reuters, stok patra sawit Malaysia diperkirakan naik satu, 27% dari bulan sebelumnya seiring dengan adanya kenaikan produksi sejumlah 4, 85%.  

Namun sentimen meyakinkan yang turut mengerek harga CPO  ke level RM 3. 000 lagi hari ini adalah harga minyak nabati substitusi yang menimbrung menguat serta ekspor di bulan Oktober yang meningkat.  

Harga kontrak minyak kedelai dan sawit di Bursa Produk Dalian menguat masing-masing 2, 62% dan 3, 95%. Sementara itu, harga kontrak minyak kedelai dalam Chicago Board of Trade terbang 0, 71%.  

Ekspor minyak sawit Malaysia di periode 1-10 Oktober diperkirakan tumbuh 12, 4% hingga 13, 3%, apabila mengacu pada data surveyor kargo sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)