Wednesday, October 28

Bioskop Bandung Sudah Buka, DKI Cepat Nyusul?

Jakarta, CNBC Indonesia – Bioskop di Kota Bandung sudah berangkat buka sejak kemarin, meski level kerawanan pada Covid-19 masih agung. Dari 15 bioskop, sebanyak 9 bioskop diizinkan untuk buka.

Lalu bagaimana dengan Bioskop DKI Jakarta akankah segera buka seperti Bandung?

Kepala Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan sebenarnya untuk wilayah DKI Jakarta, pihaknya sudah mengajukan proses untuk menelungkupkan bioskop melalui proses administrasi dan proposal. Namun sayangnya angka Covid-19 di DKI Jakarta malah meningkat.


“Akhirnya belum dibuka sudah diizinkan kan sama Gubernur karena keadaan begitu, kita tunggu sekadar minggu depan, buat DKI sungguh. Buat Bandung diajukan ada 15 lokasi, yang diizinkan sudah diputar Jumat 9, ” ungkapnya kepada CNBC Indonesia , Sabtu (10/10/2020).

Bertambah lanjut dia mengatakan bioskop yang sudah mulai buka yakni CGV Paris Van Java, CGV Miko Mall, CGV BEC, CGV Paskal Shopping Center, CGV Metro Cantik Mall, CGV Kings Shopping Center. Lalu XXI Bandung Indah Plaza dan XXI Ciwalk. Serta belakang Cinemax Istana Plaza.

“Terdiri dari CGV paling banyak tersebar di Paris Van Java, XXI di Cihampelas kemudian ada Bandung Indah, adalagi Cinemax” jelas Djonny.

Dia menyebut jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah meluluskan pihaknya sudah siap karena dengan prosedural sudah disiapkan semua. “Tapi bagaimanapun daerah-daerah sudah banyak dengan boleh. Daerah lain nggak ada masalah sama di daerah pula sudah diberikan edukasi, ” paparnya.

Protokol kesehatan yang bakal diterapkan pengelola bioskop merupakan mewajibkan seluruh staf dan penonton memakai masker di seluruh zona, mengecek suhu tubuh staf serta penonton sebelum masuk, dan menekan kapasitas tempat duduk hingga 50% guna menjaga jarak aman antar penonton.

Okupasi hidup menurutnya dari 50% yang disediakan baru terisi 50% nya selalu. “Paling banter 50% juga, belum sih (rata-rata) baru berapa hari, faktor film juga, ekonomi, daya beli masyarakat kemudian masalah film, ” jelasnya.

Menurutnya yang penting saat ini adalah para pegawai secara konsisten menjaga protokol kesehatan karena sistem sudah dilakukan perubahan. Di mana pengunjung bioskop setelah membeli tiket langsung diminta masuk agar tidak terjadi penumpukan. Pun saat selesai film dan akan keluar, petugas akan mengatur keluar secara bergantian agar tidak terjadi penumpukan.

“Pegawai jaga protokol karena sistem sudah dirubah nggak kayak biasa orang ngumpul di lobi. Mau bubaran juga berkerumun di pintu keluar. Ini kita perbaiki beli karcis langsung masuk nggak boleh berkerumun di lobi. Selesai film juga diruntun. Satu-satu keluarnya jadi tertib tidak ada kerumun, ” ungkapnya.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)