Wednesday, October 28

Itama Ranoraya Segera Caplok Produsen Tusuk Suntik Oneject

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten distributor alat medis  PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) menunggu ketika untuk segera  mengakuisisi entitas asosiasinya  yakni PT Oneject Indonesia, kongsi produsen jarum suntik sekali memakai (Auto Disable Syringes).

Pratoto Satno Raharjo ,   Direktur Keuangan IRRA, mengatakan sejak masa penawaran ijmal saham perdana pada tahun morat-marit, perseroan memang sudah menyampaikan rancangan ingin mengakuisisi Oneject.

IRRA  listing di Bursa Efek Nusantara (BEI) pada Selasa (15/10/2019).   Perusahaan melepaskan 400 juta saham atau setara dengan 25% dari modal disetor dan ditempatkan perusahaan, ke publik dengan makna Rp 374/saham.


“Masih belum pasti [jadwal akuisisi kapan] karena adanya pandemi sehingga masih menunggu momentum yang tepat [untuk akuisisi Oneject, ” katanya dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Rabu (30/9/2020).

Dia mengatakan kadar akuisisi juga masih belum bisa ditentukan karena juga masih dinamis.

“Pertimbangan direncanakannya pembicaraan akuisisi, melalui akuisisi kerja setara akan saling menguntungkan dan menolong peluang bagi Itama Ranoraya pada meningkatkan bisnis, ” jelasnya.

Situs resmi mencatat,   Oneject adalah produsen jarum suntik sekali pakai. Produk jarum suntik Oneject dipasarkan oleh IRRA dengan sama-sama berada di bawah lagam PT Global Dinamika Kencana.

“Sebagai pionir produsen AD syringe yang aman di Indonesia, Oneject Indonesia turut berkontribusi pada mengurangi jumlah jarum suntik penopang, yang diproduksi dan didistribusikan pada Indonesia. Produk kami memimpin pasar AD syringe dengan pangsa rekan 90% di Indonesia, perusahaan berdiri  sejak  2004, ” tulis tadbir Oneject.

Manufaktur Oneject Indonesia terletak di Bogor, arah barat Jakarta yang berjarak sekitar 50 km dari pelabuhan internasional Jakarta.

Area dengan dibangun seluas lebih dari 5. 000 meter persegi, termasuk tempat kantor 4. 000 meter kotak.

Tahun lalu, Oneject Indonesia mengembangkan konstruksi pabrik keduanya di Cikarang, Bekasi, dengan kadar total investasi mencapai Rp 350 miliar.

Sentral produksi anyar itu diprediksi berharta menghasilkan 900 juta alat menyemprot sekali pakai per tahun dan 1, 2 miliar jarum menyemprot dengan pengaman atau safety needle bola lampu tahun.

[Gambas: Video CNBC]
(tas/tas)