Wednesday, October 28

Menahan Corona, Selandia Baru Izinkan Penerbangan ke Australia

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri  Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa perjalanan jarang Selandia Baru dan beberapa negeri bagian Australia telah diizinkan dan dimungkinkan sebelum akhir tahun, Senin (28/9/2020). 


Agenda ini telah dibahas selama berbulan-bulan. Namun sempat terganggu setelah melonjaknya Covid-19 di Melbourne diikuti oleh gelombang kedua infeksi di Auckland.


Walaupun begitu, dengan makin kecilnya urusan di Selandia Baru dan Australia, pembicaraan dihidupkan kembali. Ketika ditanya apakah warga Selandia Baru bakal dapat melakukan perjalanan ke setidaknya beberapa wilayah Australia sebelum Natal, Ardern menjawab bahwa itu benar mungkin.

“Yang perlu kita yakini adalah bahwa ketika Australia mengatakan ‘oke kami punya hotspot di sini’, (akan ada) perbatasan di sekitar hotspot itu (yang) berarti orang tidak dapat mengabulkan perjalanan, ” katanya sebagaimana dimuat Channel News Asia (CNA).

Selandia Baru cuma memiliki 59 kasus aktif dan 1. 477 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi sejauh ini. Ini mendaulat negeri Kiwi sebagai salah mulia dari sedikit negeri yang mempunyai angka kasus terendah di dunia.

Sementara itu di Victoria, negara bagian terpadat ke-2 di Australia dan episentrum wabah Covid-19 di negara itu, mengatakan pelonggaran akan dilakukan pada penyekatan jarak sosial. Karena infeksi melambat menjadi kurang dari 20 kejadian sehari.

Australia sebelumnya telah melaporkan bahwa terdapat 27. 000 kasus lebih dan 872 kematian. Angka tersebut jauh pada bawah jumlah yang terlihat pada banyak negara maju lainnya.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)