Wednesday, October 28

Duduk Perkara Gugatan Rp189 M Terhadap Lion Air di Inggris

Jakarta, CNBC Indonesia –  Lion Air digugat di Pengadilan Niaga London, Inggris, hingga 10 juta pound (Rp 189 miliar). Goshawk Aviation Ltd menuntut maskapai milik Rusdi Kirana itu karena berutang pembayaran kontrak tujuh jet Boeing.

Dikutip dari media Law360, dengan khusus membahas masalah hukum kongsi berbasis di AS, ada perjanjian yang dilakukan kedua perusahaan pada tahun 2015 hingga 2020. Lion setuju memberi uang muka (deposit) sebesar 5, 5 juta pound untuk perjanjian sewa.

Goshawks dan delapan perusahaan afiliasinya mengatakan jumlah tunggakan Lion Cairan mulai dari 1, 6 juta hingga 2, 5 juta pound. Para penggugat mengharapkan bisa memenangkan gugatan dan menerima 10 juta pound sebagai kompensasi. Media itu juga menulis formulir gugatan dimasukkan 24 Juli. Penggugat diwakili Holman Fenwick Willan.

Kepala Direktur Lion Air Group Edward Sirait buka suara mengenai hal ini. Dia mengaku sebelumnya sudah berbicara dengan pihak perusahaan rental pesawat tersebut.

Sekalipun demikian, tampaknya pembicaraan tersebut menemui jalan buntu sehingga berlanjut ke jalur hukum. Edward sendiri mengaku tidak tahu alasan Goshawk Aviation Ltd lebih memilih jalur dasar ketimbang menyelesaikannya secara bisnis.

“Saya nggak tahu, membangun itu mereka. Dengan lessor lain kita ada keinginan bersama membongkar-bongkar solusi, nah mereka (Goshawk Aviation Ltd) langsung memilih jalur kaidah, ” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (24/9/20).

Selama ini, Lion Air Group tidak hanya menyewa pesawat dari Goshawk Aviation Ltd. Ada pula kongsi lain yang bekerja sama dengan Lion Air Group dan semuanya tengah menghadapi situasi yang cocok. Dengan perusahaan-perusahaan inilah Lion Minuman gencar mencari solusi bersama.

“Belum (menemukan solusi), berarti belum final. Tapi kita tersedia keinginan membicarakan mencari solusinya, ” kata Edward.

Menerjang adanya potensi lessor lain mendaftarkan langkah Goshawk Aviation Ltd membawa permasalahan ke meja hijau, Edward enggan banyak berkomentar. Menurutnya, pada setiap langkah yang diambil perusahaan mitranya adalah wewenang dari masing-masing kongsi.

“Saya nggak bisa komentarin, itu kan masalah karakter. Kan kita nggak bisa menyelami, yang penting sudah bicara dengan mereka, ” lanjutnya.

Kini, pihaknya juga tengah menanti tahapan dari gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Niaga London, Inggris. Edward memilih menyembunyikan langkah yang bakal diambil Lion untuk menghadapi gugatan tersebut.

“Kita tunggu saja. Tentunya kan ada, nanti pasti pada pengadilan, kita lihat seperti apa, ” ujarnya.

Corporate Communications Strategic of Lion Tirta, Danang Mandala Prihantoro mengaku bahwa kondisi sedang krisis.

“Dunia industri penerbangan (internasional serta nasional) saat ini tengah berada (mengalami) kondisi dan situasi dalam luar kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), ” kata Danang, Kamis (24/9/20).

Danang mengakui bahwa perihal tersebut juga dialami oleh Lion Air. Adapun terkait dengan kesepakatan kerja sama (kontraktual) yang sudah disepakati sebelum kejadian pandemi Covid-19 menyangkut kewajiban pada masa pandemi ini, Lion Air telah main sama dengan seluruh lessor yang menjadi mitra perusahaan untuk memeriksa jalan keluar (solusi) terbaik akan permasalahan yang dihadapi.

“Pada proses pembicaraan, hampir seluruh lessor mendukung dan berkeinginan beserta menyepakati untuk mencari solusi bersama sebagai langkah yang akan ditempuh atas permasalahan yang dihadapi. Tetapi ada satu lessor Goshawk Aviation Limited yang berkehendak lain yaitu menempuh melalui jalur hukum, ” ujar Danang.

Dalam awal pandemi Covid-19, Lion Tirta memutuskan akan memberlakukan seluruh lessor dengan adil dan setara, untuk memastikan bahwa tidak ada perlakuan yang berbeda (preferential) antara mulia lessor dengan lessor lainnya.

“Lion Air terus melegalkan seluruh lessor secara setara (adil) dalam negosiasi dan terus berkomitmen untuk menemukan solusi yang adil termasuk dengan Goshawk, semua bagian bekerja bersama untuk melewati periode krisis ini, ” kata Danang.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)