Wednesday, October 28

Tuntutan Hukuman Bentjok Cs Dibacakan Hari Ini, Seberat Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak  tiga terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan menjalani sidang syarat pada Kamis ini (24/9/2020) setelah tiga lainnya sudah lebih awal dibacakan tuntutan pada sidang virtual Rabu kemarin (23/9/2020).

Ketiga terdakwa tersebut yakni Benny Tjokrosaputro (Bentjok); Direktur Pati Hanson International Tbk (MYRX), Heru  Hidayat; Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan Joko Hartono Tirto; Direktur PT Maxima Integra dijadwalkan menjalani sesi tuntutan pada Kamis ini (24/9).

Dalam sidang tambahan pada Rabu kemarin, sudah dibacakan secara virtual tuntutan pidana kepada tiga terdakwa kasus Jiwasraya yang lain.


Ketiganya yakni  Hendrisman Rahim; Direktur Utama Jiwasraya era 2008-2018,   Hary Prasetyo;   Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018, dan  Syahmirwan;   bekas Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) menyatakan para-para terdakwa dari pihak Jiwasraya, benar melakukan perbuatan yang melawan dasar, memperkaya diri sendiri, merugikan keuangan negara, sehingga seluruh pasal perkara sudah terpenuhi dan meyakinkan secara hukum.

JPU pula menjatuhkan tuntutan pidana kepada Hendrisman   dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda senilai Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan kurungan.

Selanjutnya, Hary Prasetyo  dinilai terbukti bersalah melayani tindak pidana korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara seumur hidup. Denda Rp satu miliar, barang sitaan dirampas buat negara c. q Kementerian Keuangan, ” kata JPU dalam Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

Hary dituntut melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Manipulasi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP .

Foto: Sidang lanjutan Jiwasraya. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto
Sidang lanjutan Jiwasraya. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Sementara tersebut Syahmirwan , Jaksa menuntut hukuman kejahatan penjara selama 18 tahun & denda senilai Rp 1 miliar.

Dalam wasit lanjutan tersebut, Hakim juga membicarakan, para terdakwa telah melakukan kegiatan yang terencana, terstruktur, massif serta merugikan para nasabah Jiwasraya serta bertentangan dengan prinsip penyelenggaraan negara yang bersih dari korupsi.

Dengan tuntutan tersebut, ketiga terdakwa akan menyampaikan pleidoi atau hak untuk mengajukan pembelaan perihal tuntutan pidana, di dalam Kamis hari ini (24/9).

Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada para itu untuk hadir langsung di persidangan dan menyampaikan pleidoi di dalam Kamis besok.

“Karena ini menyangkut nasib terdakwa yang syahdu, ” ucap tim kuasa asas dari terdakwa Hary Prasetyo , Rabu (23/9/2020).

Sebagai informasi, Kejaksaan Gede sudah menetapkan Hendrisman Cs sebagai terdakwa di kasus Jiwasraya.

Nilai daya kerugian negara akibat penempatan investasi Jiwasraya baik di saham serta reksa dana ditaksir mencapai Rp 16, 8 triliun berdasarkan bukti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tak hanya tersebut, dalam kasus Jiwasraya, Kejagung serupa menetapkan tersangka baru yakni utama pejabat Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) dan 13 perusahaan direktur investasi (MI).

Sebelumnya Pakar hukum pidana Guru besar Mudzakir menyebut ada itikad sundal yang dilakukan secara bersama-sama yang dilakukan oleh para terdakwa peristiwa dugaan korupsi Jiwasraya.

Menurut Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, masing-masing pelaku juga menyelenggarakan suatu perbuatan yang mempunyai hubungan dengan pelaku yang lain.

“Masing-masing pelaku melaksanakan suatu perbuatan yang mempunyai hubungan dengan pelaku yang lain sedemikian rupa yang semuanya itu memenuhi unsur tindak pidana, mempunyai itikad jahat yang dilakukan secara bersama-sama, ” kata Profesor Mudzakir saat memberikan pendapat sebagai saksi mampu di persidangan lanjutan Jiwasraya secara daring, Rabu (16/9/2020).

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)