Tuesday, October 20

Tersedia Apa Lagi Ini, China Dikenal Siap Perang ke AS & ASEAN?

Jakarta, CNBC Indonesia – Media corong Partai Komunias China, The Global Times , menulis editorial khusus menanggapi hubungan panas Amerika Serikat( AS) dan sejumlah negara Asia Tenggara terkait Laut China Selatan.

Bahkan dalam artikel yang pada publikasi akhir pekan itu, jalan itu menulis China memilki keberanian nyata untuk terlibat dalam perang, guna melindungi kepentingan inti negeri itu dan siap menanggung segala akibatnya.

Media itu menuding sejumlah negara tetangganya dengan dukungan AS, mencoba memperlakukan China dengan kejam. Makin China, tulis editorial itu, ialah kekuatan ideologis yang ditolak GANDAR dan Barat.

“Mereka percaya bahwa China, di bawah tekanan strategis AS, takut, tak mau, atau tidak dapat berperan dalam konflik militer dengan itu, ” tulis pemimpin media itu, Hu Xijin, dikutip Rabu (16/9/2020).


“Kami yakin bisa menang di medan perang jika konflik terjadi dengan kekuatan tetangga yang memiliki perkara teritorial dengan China. ”

“Demikian pula, jika ada perang dengan AS di depan perairan pesisir China, kami juga memiliki peluang bagus untuk lulus. ”

Ia pula mengatakan China siap perang secara militer dan moral. Maksudnya budi di sini, dikatakannya, China perlu memenangkan perang opini melawan riwayat AS.

“Dalam kaitannya dengan konflik eksternal, salah mulia masalah besar kita adalah kita berbicara terlalu sedikit dan sungguh-sungguh lambat. Pihak lain selalu berbicara lebih banyak dan lebih segera tentang detail konflik. Kita kudu berusaha keras untuk memecahkan perkara ini, ” ujarnya.

Editorial tersebut dimuat pasca GANDAR mengumumkan jet tempurnya kini tengah beroperasi di Laut China Selatan. Kapal induk USS Ronald Reagan mengerahkan pesawat udara untuk melindungi wilayah maritim sekutu dekat GANDAR di kawasan tersebut.

Dalam Twitter resminya angkatan laut negeri Paman Sam berujar, proses dilakukan di laut Filipina. Negara itu mengklaim ini merupakan periode dari kebebasan navigas Asia Pasifik #FreeAndOpenIndoPasific.

“Satu-satunya kapal induk US Navy, USS Ronald Reagan, dikerahkan untuk melakukan proses penerbangan saat beroperasi di Laut Filipina dan menyediakan pasukan siap tempur yang melindungi dan membela AS, dan kepentingan maritim federasi serta mitra di wilayah itu, ” cuit akun @USNavy.

Sebagaimana diketahui China semasa ini mengklaim 80% bagian Bahar China Selatan melalui sembilan tuntutan putus-putus (nine-dash line). Ini ditentang bukan hanya Malaysia, Vietnam, Taiwan, Brunei, termasuk Filipina.

Dengan Filipina, China terlibat percekcokan soal Beting Scarborough. Meski ditegaskan milik Filipina melalui arbitrase global, wilayah itu diduduki China sejak 2012.

Dengan RI, sebenarnya China tak memiliki masalah sengketa wilayah. Namun China akhir pekan kemarin terlibat insiden di Natuna Utara.

Dalam mana kapal coast guard (penjaga pantai) China masuk ke wilayah itu. Mereka juga hendak lari meski diusiR Badan Keamanan Bahar Republik Indonesia (Bakamla RI) karena menilai area tersebut masuk teritorinya.

Kapal dengan nomor lambung 5204 itu masuk Natuna sejak Sabtu (12/9/2020) pukul 10. 00 WIB. Bakamla berhasil mengusirnya Senin (14/9/2020).

Kemarin, China merespon laporan tersebut. “Hak dan kepentingan China di selat yang relevan sudah jelas, ” kata Wang Wenbin, juru cakap Kementerian Luar Negeri China, pada jumpa pers seraya mengatakan ke-2 belah pihak telah berkomunikasi.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)