Thursday, September 24

Heboh Jet Tempur AS Penuhi Udara Laut China Selatan, Kenapa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Kurang waktu lalu kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Ronald Reagan mengerahkan pesawat udara untuk menangani wilayah maritim sekutu negeri tersebut di perairan Laut China Selatan. Ini merupakan serangkaian operasi pertahanan udara maritim yang dilakukan semenjak Agustus lalu. 


“Satu-satunya kapal induk US Navy, USS Ronald Reagan, dikerahkan buat melakukan operasi penerbangan saat beroperasi di Laut Filipina dan menyimpan pasukan siap tempur yang melindungi dan membela AS, dan keinginan maritim sekutu serta mitra di wilayah tersebut, ” cuit akun @USNavy pada Senin (7/9/2020), menambahkan tagar #FreeAndOpenIndoPacific.

Sejumlah gambar juga ditunjukkan Twitter resmi angkatan laut AS itu. Beberapa pesawat terlihat bersiap terbang di langit Laut China Selatan.


Sebelumnya, masuknya Reagan ke Laut China Selatan terjadi pada saat ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat. Kepala AS Donald Trump telah mengumumkan menolak hampir semua klaim maritim China di laut.



Foto: Kapal induk Ronald Reagan (Twitter @USNavy)

Penolakan itu bertujuan untuk melindungi sekutu dan mitra, serta melakukan pendekatan kooperatif untuk stabilitas regional dan kebebasan laut di sana.


China sendiri mengklaim secara sepihak hampir seluruh wilayah Bahar China Selatan. Dengan konsep sembilan garis putus-putus (nine-dash line), China memang dilaporkan mengklaim 80% wilayah perairan ini.


Akibatnya, China bersitegang dengan sejumlah negara seperti Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei. Wilayah ini sendiri merupakan jalur perdagangan dengan jumlah mencapai US$ 3 triliun bagi tahun.


Itu yang menjadi alasan AS mengakar ke kawasan sengketa tersebut. AS mengajak sejumlah sekutu seperti Australia dengan klaim menjaga kebebasan perjalanan Indo Pasifik.


USS Ronald Reagan sendiri berbasis di Jepang. Kapal ini berkecukupan di Laut China Selatan di dalam pertengahan Juli, ketika melakukan berdiam dengan kapal induk AS lain USS Nimitz.


Sementara itu, di saat bersamaan China kembali mengintensifkan latihan militer di Pulau Bohai. Bahkan China mengeluarkan senjata baru yakni pesawat tempur KJ-500.


Menurut laporan media pemerintah,   Global Times, KJ-500 yang baru kali terlihat di latar perempuan sebuah foto yang baru-baru ini diterbitkan oleh  China Military Online, dilengkapi dengan probe yang memungkinkan pesawat menerima pengisian bahan menjilat di udara. Selain itu, pesawat juga diklaim mampu terbang lebih lama dan lebih kuat.