Thursday, September 24

Anggapan Pengusaha Soal PSBB Total Anies, Kaget Hingga Panik

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemberlakuan kembali PSBB total di DKI Jakarta yang diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat mengejutkan pelaku cara. Salah satunya pengusaha pengelola tengah perbelanjaan atau mal yang gres dua bulan lebih menghirup kembali kegiatan operasi saat PSBB pergantian.

“Ini kita semua sedang kaget, ” kata Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Ellen Hidayat kepada CNBC Indonesia, Rabu (9/9).

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpaksa menerapkan pembatasan baik berskala besar (PSBB) total menghasilkan pegusaha panik. Hal ini karena banyak sektor tidak boleh menjalankan aktivitas bisnis, kecuali 11 zona yang sudah diizinkan.



Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi juga mengungkapkan situasi yang sama. Ia khawatir kalau dampaknya akan sangat jauh.

“Sebagai pengusaha, teman-teman semua panik. Karena kondisinya ada sektor-sektor baru untuk laksanakan operasional. Jika harus berhenti mereka tidak siap. Mereka khawatir dari 11 zona yg diperbolehkan, rencananya akan ditinjau kembali. Ini akan jadi tanggungan pikiran mereka, ” katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (10/9).

Wakil Kepala Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Nusantara (Aprindo) Fernando Repi menyebut hubungan dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus dilakukan. Termasuk mengirim surat protes secara resmi soal penutupan kegiatan toko modern serupa mal.

“Secara lisan sudah berkomunikasi dengan Asisten Ekonomi Pak Gubernur. Saya lihat dibanding kemarin niatan beliau memang hendak memberi kesempatan ritel modern beroperasi, ” katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (10/9).

Keyakinan itu timbul karena dampak kemalangan akibat penutupan ritel modern bakal sangat besar. Ia mengaku PSBB total kedua di DKI Jakarta ini menimbulkan dampak lebih gembung dibanding PSBB total sejak April lalu.

“Simulasi selalu, PSBB pertama itu pertumbuhannya -5, 4% sampai sekarang. Nah tersebut baru mau balik lagi tiba-tiba kena lagi. Walau baru Jakarta tapi khawatirnya menyebar ke daerah. Bisa saja Surabaya atau dengan lainnya. Kalau gitu lagi bahkan ambles, ” sebutnya.

Dari sektor properti, Sekretaris Kongsi Intiland, Theresia Rustandi, kepada CNBC Indonesia menyampaikan, pada dasarnya pengusaha mendukung rencana pemerintah dalam mengendalikan pandemi.

Namun, harus diakui, kondisi pasar properti masih cukup berat di tahun ini. Ditambah lagi dengan kebijakan penyekatan sosial, diperkirakan bakal menyebabkan kemerosotan penjualan.

Theresia menjelaskan, pandemi Covid-19 cukup memberikan buah bagi kinerja keuangan perseroan dalam semester pertama tahun ini. Terutama, melambatnya penjualan apartemen dan perkantoran atau high rise building.

“Paling penting adalah kita harus hadapi bersama-sama dengan tertib. Saling kerjasama, punya sense of crisis yang serupa. Pemerintah, swasta, bangsa harus sama dan saling mengangkat, ” kata dia kepada CNBC Indonesia, Kamis (10/9/2020).

Ketua DPD Kelompok Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang memperkirakan kemaluan waktu yang tidak sedikit untuk membuat ekonomi kembali merangkak.

“Recovery kemungkinan akan mulai awal tahun depan, itu serupa baru mulai. Normalnya itu terakhir di semester kedua tahun ajaran. Artinya di pertengahan mungkin mulai normal kembali, ” sebut Sarman yang juga Wakil Ketua Lembaga Pertimbangan Kadin DKI Jakarta pada CNBC Indonesia, Kamis (10/9).

Namun, Ia menggarisbawahi itu bisa terjadi jika penanganan Covid-19 dilakukan dengan baik. Sehingga angka positif Covid-19 bisa turun, biar harus secara perlahan. Di sisi lain, harapan menghindari resesi barangkali sulit.

“Sekarang mendalam September. PSBB diperketat sampai akhir September, bentar lagi Oktober. Makanya kita sangat menduga bahwa kita memasuki resesi di depan kemungkinan kita. Kita prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal tiga masih akan terkontraksi. Cuma yang jadi harapan, kontraksi nggak terlalu dalam. Artinya kemarin 5, 32 harapan mudah-mudahan pada -2 atau lebih baik, ” katanya.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)