Wednesday, December 2

Alamak! Trump Lempar ‘Bom’ Lagi, Izin 1. 000 WN China Dicabut

Jakarta, CNBC Indonesia –  Amerika Serikat (AS) telah mencabut visa untuk lebih dari 1. 000 warga negara China, mengikuti aturan pemimpin pada 29 Mei. Penangguhan masuk para pelajar dan peneliti itu diambil dengan alasan membahayakan keamanan, kata seorang juru bicara Bagian Luar Negeri, Rabu (9/9/2020).

Penjabat kepala Departemen Ketenangan Dalam Negeri AS, Chad Wolf, mengatakan sebelumnya bahwa AS memblokir visa untuk mahasiswa pascasarjana serta peneliti China tertentu yang terpaut dengan strategi fusi militer China untuk mencegah mereka mencuri serta juga melakukan penelitian sensitif.

Wolf juga mengungkit pengamalan bisnis yang tidak adil dan spionase industri yang dilakukan China dalam pidatonya. Selain itu, tersedia juga tuduhan upaya untuk mengembat penelitian virus corona oleh China dan menyalahgunakan visa pelajar buat mengeksploitasi akademisi AS.



“Amerika Serikat juga mencegah barang-barang yang diproduksi dari tenaga kerja khadam memasuki pasar kami, menuntut biar China menghormati martabat yang erat pada setiap manusia, ” katanya, merujuk pada dugaan kekerasan terhadap Muslim Uighur di wilayah Xinjiang, China.

Sementara itu, seorang juru bicara Departemen Asing Negeri mengatakan keputusan pembekuan izin itu diambil di bawah proklamasi yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 29 Mei sebagai bagian dari tanggapan AS terhadap sikap China membatasi demokrasi Hong Kong.

“Mulai 8 September 2020, Departemen telah mencabut bertambah dari 1. 000 visa awak negara China, mengikuti Proklamasi Presiden 10043, sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa, ” katanya, mengutip Reuters.

“Mahasiswa pascasarjana dan peneliti berisiko tinggi yang tidak menutup syarat mewakili sebagian kecil karakter China yang datang ke Amerika Serikat untuk belajar dan mengeksplorasi dan bahwa siswa dan cerdik pandai yang sah akan terus disambut. ”

Sebelumnya pada Juni, China telah memberikan simpulan pasca AS mengumumkan aturan tersebut. Pada saat itu China mengucapkan bahwa pihaknya dengan tegas menyalahi setiap langkah AS untuk menyekat siswa  mereka belajar di negara itu dan mendesak AS buat berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pertukaran dan pemahaman bersama.

Ada sekitar 360. 000 warga negara China yang bersekolah di Amerika Serikat, menyumbang penerimaan yang signifikan ke perguruan agung AS, bahkan meskipun di sedang pandemi Covid-19 saat ini.

[Gambas:Video CNBC]
(res/sef)