Monday, November 30

Mengandung! Berharap Rupiah di Bawah Rp 14. 800/US$, Relakan Saja

jaJakarta, CNBC Indonesia –  Nilai tukar rupiah melemah 0, 2% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14. 760/US$ pada perniagaan Selasa (8/9/2020). Indeks dolar AS yang bangkit dari level terendah dalam lebih dari 2 tarikh terakhir memberikan tekanan bagi rupiah.

Kebangkitan indeks dolar AS masih akan menekan rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (9/9/2020). Kemarin, indeks yang menilai kekuatan dolar AS tersebut menguat 0, 78%, dan pagi ini naik lagi 0, 07% ke 93, 51 yang menjadi golongan terkuat nyaris 1 bulan belakang.

Selain bangkitnya indeks dolar AS, sentimen pelaku rekan yang sedang memburuk dapat menganjurkan tekanan makin berat ke rupiah. Memburuknya sentimen pelaku pasar tercermin dari ambrolnya bursa saham AS Selasa waktu setempat  dan disusul bursa saham utama Asia pagi ini.



Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR mengakhiri perniagaan di atas US$ 14. 730/US$ yang menjadi kunci pergerakan dalam pekan ini.

Lapisan US$ 14. 730/US$ merupakan Fibonnaci Retracement 61, 8%. Fibonnaci Retracement tersebut ditarik dari level bawah 24 Januari (Rp 13. 565/US$) lalu, hingga ke posisi sempurna intraday 23 Maret (Rp 16. 620/US$).

Sementara tersebut indikator stochastic kini bergerak terangkat tetapi masih cukup jauh dibanding wilayah jenuh beli ( overbought ).

Grafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator , atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), oleh sebab itu suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Bagaikan disebutkan sebelumnya, level Rp 14. 730/US$ menjadi kunci pergerakan. Selama tertahan di atasnya, rupiah berisiko melemah ke Rp 14. 800/US$, hingga Rp 14. 835/US$.

Bahkan tidak menutup jalan rupiah terus melemah menuju Rp 15. 090 sampai Rp 15. 100/US$ yang merupakan Fibonnaci Retracement 50%.

Level Rp 14. 730/US$ kini menjadi support terdekat, jika dilewati rupiah berpeluang menguat ke Rp 14. 700/US$, dan target selanjutnya ke Rp 14. 660/US$.

TIM RISET CNBC  INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]
(pap/pap)