Thursday, September 24

Fokus Penanganan Bank ‘Sakit’, OJK-LPS Perbarui Kerja Sama

Jakarta, CNBC  Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat untuk memperbarui kerja sebanding dan koordinasi untuk memperlancar dan mengoptimalkan penanganan permasalahan perbankan.

Tujuannya, jawab menjaga stabilitas sistem keuangan khususnya di masa pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian Indonesia dan global.

Nota Kesepahaman baru antara OJK dan LPS sudah ditandatangani oleh Ketua Lembaga Komisioner OJK Wimboh Santoso serta Ketua Dewan Komisioner LPS Halim  Alamsyah pada pertengahan Agustus 2020 lalu, di Jakarta.


“Nota Kesepahaman ini merupakan tindak lanjut atas UU No 2/2020 tentang Penetapan Perppu 1/2020, Peraturan Pemerintah No 33/2020 dan Sistem LPS No 3/2020, ” kata  Deputi Komisioner Humas serta Logistik OJK  Anto Prabowo, pada keterangan resmi, dikutip CNBC  Indonesia, Selasa (8/9/2020).

Dia menjelaskan, kesepahaman ini merupakan pedoman untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi OJK dan LPS antara lain dalam pertukaran masukan dan atau informasi, pemeriksaan bank, dan pelaksanaan penjaminan simpanan.

Selain tersebut, juga untuk penanganan bank secara status Bank Dalam Pengawasan Sungguh-sungguh (BDPI) maupun Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK), serta penanganan bank yang tidak dapat disehatkan serta penempatan dana LPS pada bank selama pemulihan ekonomi akibat dibanding pandemi Covid 19.

“Ruang lingkup kesepahaman OJK & LPS ini juga dilakukan buat mendukung efektivitas pelaksanaan penjaminan persediaan dan pengawasan terhadap bank, aksi lanjut hasil pengawasan dan analisis bank, dan penanganan bank sistemik dan non sistemik, ” sahih Anto.

Tak cuma itu, juga untuk penanganan bank yang dicabut izin usahanya, penanganan bank yang membahayakan perekonomian serta pendirian bank perantara serta penanganan bank yang merupakan emiten ataupun perusahaan publik.

“Dengan berlakunya Nota Kesepahaman dengan baru ini, maka Nota Kesepahaman OJK dan LPS yang lama dicabut dan dinyatakan tidak aci. ”

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)