Thursday, September 24

Ini Ujian ‘Misterius’ Kapal Selam Kreasi RI yang Dirahasiakan

Jakarta, CNBC Indonesia – Menjelang 4 bulan sebelum serah terima ke kementerian pertahanan, kapal selam Alugoro yang dibangun oleh PT TONGGAK Indonesia masih terus diuji jika. Tahapan-tahapan ujian harus dilewati pra dinyatakan benar-benar ‘lulus’.

Perkembangan terakhir  proses uji coba kapal selam buatan Indonesia cuma terlacak pada akhir Juli 2020, setelah itu perkembangannya senyap minus jejak.

Pada pernyataan resmi, PT PAL Indonesia, di 30 Juli 2020, pukul 09. 00 WIB Kapal Selam (Kasel) Alugoro menyelesaikan pengerjaan  drydocking  di  Graving Dock  Irian PT TONGGAK Indonesia (Persero).


Selanjutnya setelah proses suplai logistik di Dermaga Kapal Selam PT TONGGAK Indonesia (Persero), Kasel Alugoro mau bertolak menyusuri Selat Madura, Bahar Jawa, dan kemudian menuju perairan Banyuwangi untuk menjalani fase lanjutan  Sea Acceptance Test  (SAT).

Memotret: Kapal Selam Alugoro. (IG: @kementerianbumn)
Kapal Selam Alugoro. (IG: @kementerianbumn)

Proses  drydocking  yang membuat  kondisi kapal menyelundup bersih diharapkan dicapai hasil yang optimal untuk pelaksanaan fase lanjutan SAT yang salah satunya merupakan pelaksanaan  Indiscretion Rate  (IR).

Proses itu merupakan bagian sangat penting untuk sebuah kapal selam, karena melekat sisi ‘siluman’ dari kapal menyelundup. IR merupakan rasio waktu yang dibutuhkan oleh kapal selam masa pengisian baterai di permukaan masa diiesel dihidupkan, terutama pada kapal selam tipe diesel-elektrik. Semakin lama di permukaan saat mengisi aki atau rasionya tinggi, maka pesawat selam mudah diketahui lawan.

Kapal selam Alugoro  sebelumnya telah berhasil menjalani proses SAT lainnya yaitu tahapan uji  Tactical Diving Depth  (TDD) hingga kedalaman 310, 8 meter di Perairan Utara Pulau Bali pada Rabu 4 Maret 2020. Kapal Menghunjam Alugoro juga telah berhasil melaksanakan  Nominal Diving Depth  (NDD) 250 meter pada 20 Januari 2020 lalu. NDD dan TDD  juga bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT) dari sebuah kapal selam.

Semenjak fase SAT untuk uji IR, pihak PT PAL belum menyampaikan informasi resmi soal perkembangan ulangan Kapal Selam Alugoro. Sesuai dasar, kapal selam ini harus sudah diserahkan ke kementerian pertahanan pada Desember 2020. Pihak PT PAL Indonesia, sempat diminta tanggapan soal perkembangan terbaru dari proses tes kapal selam Alugoro.

“Info yang berkaitan dengan itu sangat strategis. Terkait rencana pengembangan juga belum bisa disampaikan, karena khawatir jika infonya menyebar morat-marit dari pihak misal negara lain mencari tahu lebih detil oleh sebab itu bisa bocor, ” kata Kepala Departemen Humas PT PAL Nusantara (Persero) Utario Esna Putra kepada  CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Bila semua proses ini lulus, maka  Indonesia sukses melakukan pembangunan kapal selam, sehingga menjadikan Nusantara satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun pesawat selam.

Kapal selam Alugoro  memiliki spesifikasi panjang 61, 3 meter, kecepatan maksimal zaman menyelam 21 knot, dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot. Kapal selam Alugoro telah melaksanakan berbagai proses pengujian seperti Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

Peluncuran dan pemberian nama pesawat ini dilakukan pada 11 April 2019 di dermaga kapal menghunjam PT PAL Indonesia (Persero). Proses  produksinnya  memakan waktu sampai 4 tahun. Pada 6 April 2015, dimulai groundbreaking pembangunan infrastruktur kapal selam di PT PAL Nusantara (Persero).

Kapal selam ini berjenis Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE  U209 Chang  Bogo  Class) pesanan TNI Angkatan Laut hasil kerja cocok antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan  Daewoo  Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) Korea Selatan, dalam skema transfer teknologi.

Indonesia memesan 3 kapal selam dari  DSME, sebanyak dua unit sudah dibuat pada Korea Selatan yaitu  KRI  Ardadedali  404 dan  KRI  Nagapasa  403. Sedangkan  KRI  405  Alugoro  dibuat di galangan kapal PT PAL.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)