Thursday, September 24

Freeport Siap Operasikan Tambang Bawah Desa Full di 2022

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Freeport Indonesia, budak usaha Mining Industry Indonesia (MIND ID), menargetkan bisa memproduksi bijih tembaga dari tambang bawah tanah dengan kapasitas penuh pada 2022, naik dari saat ini dengan masih berada pada tingkat 60% dari kapasitas.

Pemimpin Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan baru beroperasinya tambang bawah tanah dengan kapasitas penuh tersebut dikarenakan kini perusahaan masih menyelenggarakan transisi pengerjaan tambang bawah negeri dari tambang terbuka yang sudah ditutup pada akhir tahun lalu.

“Tahun depan bisa 80% (dari kapasitas) dan 2022 sudah bisa beroperasi penuh 100% sampai 2041, ” ujarnya pada sebuah diskusi melalui Webinar pada Jakarta, Jumat (4/9/2020).


Dia mengatakan produksi tembaga di dalam tahun ini diperkirakan hampir mencapai 800 juta pon dan emas 820 ribu ons. Pada 2022 produksi diperkirakan naik menjadi 1, 6 miliar pon tembaga serta 1, 6 juta ons aurum.

“Pada 2023 akan naik sedikit, ” imbuhnya.

Menurutnya, bila nantinya seluruh tambang sudah berfungsi, PTFI akan menjadi tambang terbesar di dunia. Ada dua hal yang menurutnya menjadi tantangan untuk beroperasi PTFI ini. Pertama merupakan ore atau bijih yang sifatnya basah dan bisa terjadi luncuran lumpur basah, sehingga pengelolaan serta penanganan harus sangat hati-hati. Berserakan, seismik yang sering terjadi. Pokok menurutnya ada beberapa drop point yang memang diledakkan untuk arah penambangan.

“Namun seluruh ini bisa diatasi, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)