Thursday, September 24

Erick Thohir Minta Tambah PMN 2021, Buat BUMN Mana Lagi?

Jakarta, CNBC Nusantara – Kementerian Awak Usaha Milik Negara (BUMN) menodong tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk 2021 mendatang senilai Rp 3 triliun. Dana ini akan diberikan kepada tiga BUMN secara nilai masing Rp 1 triliun.

Ketiga BUMN yang akan mendapatkan bunga PMN ini antara lain PT Bio Farma (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan panti sakit yang dimiliki BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penambahan BUMN ini masih bersifat permintaan dan masih perlu pembahasan lebih sendat dengan Komisi VI DPR MENODAI. Sementara saat ini kementerian terakhir mendapatkan restu untuk dana belanja lembaga senilai Rp 300 miliar.


“Kami juga tadi mengharapkan ada PMN tambahan untuk Bio Farma serta RNI. Belum tahu [nilainya]. Buat tahun depan, ini membentuk anggaran 2021, ” kata Erick usai rapat dengar pendapatan dengan komisi VI DPR RI, Kamis (3/9/2020).

Dia menjelaskan, kebutuhan PMN buat Bio Farma ini adalah buat pembangunan pabrik baru untuk melahirkan bahan baku masker yang saat ini kebutuhannya masih dipenuhi lantaran impor.

“Nah Bio Farma sendiri anggarannya membangun kita masker, tapi di dalamnya bahan itunya masih impor. Kita mengajukan kalau bisa bikin bengkel aja nggak usah impor, ” jelas dia.

Lebih lanjut, Wakil Menteri BUMN Sifat Gunadi Sadikin mengatakan penggunaan sedekah lainnya Bio Farma ini adalah untuk membangun  fasilitas vaksin hangat dengan metode yang berbeda secara yang sudah ada saat ini. Selain itu untuk pembuatan sasaran baku obat dari grup kongsi yang saat ini masih dipenuhi dari impor.

“Dan rumah sakit kita bikin ICU sama alat-alat PCR test untuk Covid-19, ” sekapur Budi di kesempatan yang sepadan.

Selanjutnya, RNI membutuhkan pendanaan dari PMN itu sebagai bagian dari pembangunan food estate pemerintah. Dia menjelaskan, kebutuhan dana ini dibutuhkan buat penambahan lahan sawah.

Lalu untuk keinginan perikanan yakni membangun warehouse , cold storage dan pabrik es. Dana ini juga akan dibutuhkan untuk perbaikan fasilitas logistik pada PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) untuk memperlancar transportasi pangan.

Adapun pemerintah telah menganggarkan PMN untuk BUMN tarikh depan senilai Rp 37, 5 triliun. Nilai ini tercantum di dalam Buku Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2021.

Berikut perusahaan yang akan mencapai PMN 2021 dalam Nota Keuangan RAPBN 2021:

No.

BUMN

Nilai (triliun Rupiah)

1.

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

2, 3

2.

PT Hutama Karya (Persero)

6, 2

3.

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)

20

4.

PT PLN (Persero)

5

5.

PT Pelindo III (Persero)

1, 2

6.

PT PAL Indonesia (Persero)

1, 3

7.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)

0, 5

8.

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero)

satu

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)