Tuesday, November 24

Inflasi Diramal Terendah Sejak Tahun 2000, RI Dekati Resesi?

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Konsumsi masyarakat Nusantara masih lesu, setidaknya sampai Agustus. Ini terlihat dari laju inflasi yang masih sangat pelan. Dengan peran konsumsi rumah tangga dengan sangat dominan dalam pembentukan Buatan Domestik Bruto (PDB), perlu kerja sangat keras agar Indonesia bisa terhindar dari resesi.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Agustus 2020 pada 1 September mendatang. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan nilai median -0, 01% untuk inflasi bulanan ( month-to-month /MtM).

Lagi-lagi deflasi, ini menjelma yang kedua sepanjang tahun tersebut setelah yang pertama terjadi dalam Juli. Artinya, deflasi kemungkinan terjadi dua bulan beruntun.


Sementara median inflasi tahunan (/YoY) ada di satu, 375%. Jika terjadi, maka ini adalah yang terendah sejak tahun 2000!

Kemudian median inflasi inti tahunan berada di 2%. Kalau peristiwa, maka akan menjadi yang terendah setidaknya sejak 2009.

 

Institusi

Inflasi MtM (%)

Inflasi YoY (%)

Inflasi Inti YoY (%)

CIMB Niaga

-0. 01

1. 36

1. 9

Citi

-0. 05

1. 32

2

ING

1. 6

Danareksa Research Institute

0. 02

satu. 39

2. 04

Bank Danamon

semrawut

1. 44

1. 8

Standard Chartered

-0. 01

1. 36

1. 87

BCA

0. 07

satu. 44

2

Maybank Indonesia

0. 03

1. 4

2

Bank Batu

-0. 01

1. 36

2. 15

BNI Sekuritas

-0. 04

satu. 33

MEDIAN

-0. 01

1. 375

2

 

Tak hanya pasar, Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan terjadi deflasi. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan IV, MH Thamrin memperhitungkan ada deflasi 0, 04% MtM. Dengan demikian, inflasi tahunan menjelma 1, 34% sementara inflasi tarikh kalender ( year-to-date/ YtD) adalah 0, 94%.

“Penyumbang utama deflasi dalam antara lain berasal dari barang daging ayam ras sebesar -0, 15% (MtM), bawang merah sebesar -0, 08%, jeruk, tomat serta telur ayam ras masing-masing sebesar -0, 02%. Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi yaitu emas perhiasan sebesar 0, 11%, minyak menyelar sebesar 0, 02%, dan cili merah sebesar 0, 01%, ” sebut keterangan tertulis BI.