Thursday, September 24

Langka Kabur Rp 521 M, 5 Saham Ini Kebal! Melesat 2 Digit

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Bagian Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan Rabu kemarin (26/8/20) ditutup di zona hijau dengan kenaikan tipis 0, 03% di level 5. 340, 32 setelah sebelumnya selama seharian beruang di zona merah. Indeks acuan ini sempat menyentuh level harian tertinggi 5. 351.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, investor langka melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 464, 87 miliar dalam pasar reguler dengan nilai pembicaraan menyentuh Rp 9, 8 triliun. Terpantau 184 saham naik, 262 saham turun, sisanya 156 lumpuh.

Total asing keluar dari pasar reguler, negosiasi serta tunai mencapai Rp 521, 30 miliar, sepekan asing juga net sell Rp 1, 75 triliun.


Saham yang paling banyak dilego asing merupakan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ( BBNI ) dengan  net sell sejumlah Rp 140 miliar dan makna sahamnya naik 0, 95% pada level Rp 5. 325/saham, dan  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan jual bersih sebesar Rp 47, 4 miliar  secara harga saham naik 1, 34% di level Rp 3. 020/saham.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk ( TOWR ) dengan beli suci sebesar Rp 8 miliar secara harga saham turun 1, 9% di posisi Rp 1. 025/saham, dan PT Astra Global Tbk ( ASII ) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 7 miliar dengan harga saham naik 0, 94% di lapisan Rp 5. 330/saham.

Berikut 5 Saham Top Gainers, 26 Agustus 2020:

satu. PT Bank BRISyariah  Tbk  (BRIS)

Saham BRIS dalam 2 hari terakhir terus melesat. Kemarin saham bujang usaha PT Bank Rakyat Nusantara Tbk  (BBRI) ini melesat 20, 14% di level Rp 865/saham dengan nilai transaksi Rp 669, 1 miliar.

BRIS melaporkan pertumbuhan laba suci yang impresif pada triwulan II-2020, sebesar 229, 6% menjadi Rp 117, 2 miliar, dibandingkan triwulan II-2019. Aset BRISyariah tercatat sebesar Rp 49, 6 triliun, menyusun 34, 75% dibandingkan triwulan II-2019.

2. PT Smartfren  Telecom  Tbk  (FREN)

Saham emiten telekomunikasi Grup Sinar Akang ini kemarin naik 15, 22% di level 106/saham dengan poin transaksi Rp 241, 5 miliar. Padahal di Selasa, saham FREN  masuk top losers dengan kurang hingga 6, 12%. Rapat Ijmal Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) FREN  sebelumnya sudah resmi membenarkan agenda konversi Obligasi Wajib Transformasi (OWK) untuk ditukar menjadi saham seri C.

Obligasi konversi yang dimaksud yakni Obligasi Wajib Konversi Tahun 2014 (OWK II) dikonversi menjadi saham segar seri C perseroan dan Obligasi Wajib Konversi Tahun 2017 (OWK III) perseroan menjadi saham mutakhir seri C perseroan.

Laporan keuangan FREN mencatat, perseroan menerbitkan OWK senilai Rp 8 triliun pada 2014 dan 2017.

3. PT Bank Rakyat Nusantara Agroniaga Tbk  (AGRO)

Saham anak usaha Bank BRI  ini melesat 12, 43% di level Rp 380/saham dengan nilai transaksi Rp 242, 6 miliar. Dari sisi kinerja sebetulnya terjadi penurunan.   Laporan keuangan mencatat Bank Agroniaga mencatatkan laba bersih Rp 20 miliar, turun 74, 5% lantaran periode yang sama semester I 2019 yakni Rp 78 miliar. Pendapatan bunga bersir turun dua, 9% menjadi Rp 323 miliar dari sebelumnya Rp 333 miliar.

4. PT Trinitan  Metals and Minerals Tbk  (PURE)

PURE yang berbisnis pengolah logam dan tujuan mineral, tercatat di papan perdagangan BEI pada 9 Oktober 2019  dengan harga penawaran perdana Rp 300/saham. Kemarin, sahamnya ditutup melesat 10, 98% di level Rp 182/saham dengan nilai transaksi Rp 10, 9 miliar.  

Perseroan juga terdampak  Covid-19 jadi, u ntuk menjaga kelangsungan usaha, PURE mengajukan relaksasi bunga dan cicilan utang ke pihak bank serta mengajukan penurunan bunga disesuaikan dengan keahlian Trinitan. Perseroan  juga menunda pembalasan suku bunga  (defered).

5. PT Bank Bukopin Tbk  (BBKP)

BBKP  telah mendapatkan setu untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui RUPS, Selasa (25/08/2020). Dalam kelakuan tersebut perusahaan akan menerbitkan 16, 36 miliar saham kelas B baru, sehingga KB Kookmin Bank akan menjadi pengendali tunggal Bank Bukopin yang akan memiliki had 67% saham perusahaan.

Saham BBKP  kemarin 9, 85% di level Rp 290/saham dengan nilai transaksi Rp 590, 5 miliar. Sepekan belakang saham BBKP  melesat 47, 96% dan sebulan terakhir saham bank yang juga dimiliki oleh Bosowa ini naik 61, 11%.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)