Thursday, September 24

Canggih! Gandeng Arab, RI Bikin Alat Laser Pendeteksi Corona

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah makin agresif melakukan kerja sama dengan negara lain untuk percepatan penanganan pandemi virus corona. Kali ini dengan bekerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA), pemerintah telah mendapatkan komitmen kerja sama pengembangan alat untuk mendeteksi Covid-19 berteknologi laser berbasis artificial intelligence (AI) hingga kerja sama pembuatan vaksin.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kerja sama ini dilakukan oleh PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) dengan G42 Healthcare Holding. Kedua pihak telah telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk kerja sama yang mencakup cakupan di bidang penelitian, pengembangan hingga distribusi.

“Saat ini kerja sama dengan Kimia Farma untuk vaksin dan Indofarma test kit menggunakan laser dan Artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) untuk deteksi virus Covid-19. Teknologi ini akan membantu tracing lebih cepat dan akan bantu dukung bantu kegiatan ekonomi aman,” kata Retno dalam konferensi pers virtual, Sabtu (22/8/2020).


Secara spesifik, MoU antara Kimia Farma dengan G42 tentang kerja sama pengembangan produk vaksin, dengan cakupan kerja sama di bidang produk pharmaceutical, layanan kesehatan, riset dan pengembangan serta uji klinis, serta produksi vaksin, pemasaran, dan distribusinya.

Retno menjelaskan, Kimia Farma bahkan akan mengirimkan satu tim khusus untuk melakukan pemantauan uji klinis tiga vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan oleh G42 yang bekerja sama dengan Sinopharm, perusahaan asal China.

Bahkan Indonesia telah mendapatkan komitmen dari G42 untuk 10 juta vaksin di tahun ini juga yang dijanjikan akan dilakukan pada kuartal III-2020.

Selanjutnya, MoU antara Indofarma dengan G42 tentang kerjasama kesehatan dengan cakupan di bidang penelitian, pengembangan, produksi dan distribusi teknologi berbasis laser dan AI untuk screening Covid-19.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menyebutkan kerjasama ini akan berlangsung untuk jangka panjang. G42 dengan Kimia Farma dan Indofarma akan melakukan penelitian bersama, alih teknologi, dan penggarapan pasar bersama vaksin untuk Timur Tengah dan Benua Afrika.

“Hal ini menunjukkan bahwa transformasi pada industri farmasi dalam negeri tidak membuat kita menjadi jago kandang. Kemampuan industri farmasi dalam negeri tak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tapi juga mampu menjadi partner yang baik dalam memperkuat produksi vaksin untuk pasar luar negeri,” kata Erick.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)