Thursday, September 24

Era RI Gencar Razia Pakai Kedok, China Mulai Bebas Masker

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Otoritas Kesehatan pada ibu kota China, Beijing, menghapus syarat pemakaian masker di luar ruangan bagi warganya. Pelonggaran patokan ini dilakukan setelah tidak tersedia laporan kasus baru selama 13 hari berturut-turut di Beijing.

Meski aturan sudah dilonggarkan, sebagian besar masyarakat masih terlihat menggunakan masker di Beijing dalam Jumat (21/08/2020). Dikutip dari Reuters mereka mengatakan memakai masker membuat mereka merasa aman, sementara yang asing mengatakan masih menggunakan masker karena tekanan sosial.

“Saya bisa melepas masker kapan sekadar, tetapi harus melihat apakah orang lain menerimanya. Saya takut jika orang-orang melihat saya tidak menggunakan masker, ” kata salah seorang warga Beijing dikutip dari Reuters.


Ini adalah kali kedua otoritas kesehatan Beijing melonggarkan aturan penggunaan masker yang beberapa besar kondisinya telah normal sesudah dilakukan lockdown selama dua periode.

Pelonggaran pemakaian masker dalam China justru berbanding terbalik dengan Indonesia yang terus memperketat petunjuk menggunakan masker. Bahkan di Jawa Barat dilakukan operasi razia kedok dan pengenaan denda bagi yang tidak menggunakan masker. DKI Jakarta juga akan menerapkan denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan kedok.

Gugus Tugas Pengerjaan Covid-19 Jawa Barat menggelar berdiam penegakan kedisiplinan penggunaan masker pada objek wisata Pantai Pangandaran pada Sabtu (22/08/2020). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan pemakaian masker dalam memutus penularan Covid-19, tenggat ditemukan obat dan vaksin buat virus ini.

“(Pandemi) COVID-19 ini pilihannya hanya menekan penularan melalui kedisiplinan, tidak tersedia lagi. Dan satu-satunya senjata melawan COVID-19 di Jabar adalah memakai masker, ” kata Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Jabar Ridwan Kamil dalam siaran resminya, Jumat (21/08/2020).

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Mencuraikan Nomor 60/2020, ada tiga macam sanksi administratif yang tercantum dalam Pergub Jabar Nomor 60/2020, yaitu sanksi ringan, sedang, dan berat.

Sanksi ringan bersifat teguran lisan dan tertulis, tengah sanksi sedang berupa penyitaan KTP pelanggar atau melakukan kerja baik hingga pengumuman terbuka. Untuk sanksi berat, pelanggar akan dikenakan kompensasi administratif, penghentian sementara kegiatan, hingga pembekuan izin usaha.

“Denda administratif untuk sanksi berat (yakni) Rp 100 ribu datang Rp 500 ribu, ” sebutan Ridwan Kamil.

Ia meminta operasi gabungan penggunaan kedok ini tak hanya dilakukan pada objek wisata atau pusat pesta, melainkan juga di perdesaan. Pun di pusat keramaian, Kang Emil menyarankan untuk memperbanyak titik-titik proses.

“Saya monitor kalau di perkotaan relatif banyak (yang pakai masker), tapi ketika beta pantau di perdesaan mungkin dengan pakai masker hanya 30%, ” katanya

Selain Menerangkan, DKI Jakarta juga mengeluarkan Pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Hukum Adat Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Dalam aturan itu, Gubernur Anies Baswedan, bakal meluluskan denda progresif bagi warga yang tidak memakai masker di periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Warga wajib memakai masker saat ada di luar sendi. Bila tidak, sebagaimana ditulis di Pasal 5, mereka akan dikenai sanksi dan denda sebanyak Rp 250 ribu. Namun, jika berulang, Pemprov akan memberlakukan sanksi berpasangan, bahkan hingga Rp 1 juta.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)