Tuesday, November 24

Sri Mulyani: Perusahaan Besar Sampai Warteg Terimbas Corona

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah bakal mengucurkan bantuan produktif kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), di mana para-para pelaku usaha mikro akan menyambut bantuan tunai senilai Rp 2, 4 juta. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Covid-19 ini berbeda dengan krisis moneter yang dihadapi tahun 1997 – 1998.

Di mana pada saat krisis moneter yang terdampak ialah bank besar, bank kecil, serta juga perusahaan besar yang berantakan. Saat krisis tahun 2008 – 2009 gejolak yang terjadi serupa di pasar uang yang bersentuhan dengan nilai tukar.

“Karena ini virus yang kena orang, orang nggak bisa muncul, warung kecil yang biasa berniaga warung tegal, tukang bakso, tukang sate, nggak bisa jualan nggak bisa karena pasar nggak mampu buka, ” kata Sri Mulyani dalam diskusi virtual Tokopedia, Senin (17/8/2020).


Memasuki jatuhnya usaha kecil, oleh karena itu pemerintah bergerak memberikan bantuan ke UMKM. “Mereka butuh bantuan, makanya kita keluarkan bantuan presiden kaya Rp 2, 4 juta fresh money, diharapkan bisa menjadi simpanan baru mereka. Kita identifikasi 9 -12 juta (usaha mikro). ”

Selain itu yang mendapatkan pinjaman direlaksasi, di mana bunganya ditanggung oleh pemerintah. Penyambut manfaat dari relaksasi ini sebesar 40 – 50 juta UMKM termasuk koperasi. Selain itu pajak bagi UMKM juga dibebaskan sebab saat ini omset dari UMKM sedang anjlok.

“Pemerintah berpikir mereka bayar pajak 0, 5% dari omzet, sekarang nggak ada omset, ya nggak perlu dipajak. Maka semua dibebaskan ditanggung pemerintah, ” jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah mencoba menyerahkan sangat banyak dukungan kepada UMKM agar mereka bisa bertahan. Permasalahannya era ini adalah dengan adanya Covid-19 adalah konsumsi menjadi melemah, oleh karena itu pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi.

Upaya pemerintah meningkatkan konsumsi adalah dengan bantuan sosial, sehingga mereka bisa membeli produk-produk sebab UMKM. “Nah waktu kemarin bulan-bulan April, krisis APD, masker, saat ini semua UKM membuat masker, hand sanitizer, dan diharap produk ini bisa diserap masyarakat, ” katanya.

Kunci Mengangkat Royong

Sri Mulyani memaparkan dalam menghadapi pandemi corona (Covid-19) ini Indonesia mempunyai modal besar yang disebut sifat gotong royong. Menurutnya di masa-masa pandemi ini banyak masyarakat dengan saling membantu dengan memberikan tumpuan semampunya.

“Orang-orang letakkan (bahan makanan) di pagarnya silahkan ambil seperlunya ada mie instan dan kebutuhan lainnya, ” katanya.

Dalam situasi pelik seperti saat ini semangat gotong royong yang menjadi budaya Nusantara makin nampak. Budaya gotong royong yang dimiliki bangsa Indonesia apalagi gaungnya sampai keluar negeri.

Selama 12 tahun dia pernah tinggal di luar daerah menurutnya setiap berkenalan dengan karakter asing dan mengetahui dirinya bermula dari Indonesia, mereka akan menyebut  orang Indonesia adalah orang elok. Menurutnya sosial masyarakat kita merupakan keharmonisan.

“Anak-anak bujang crowdfunding , tersebut selalu ada, mereka tahu pada dalam keluarga masing-masing mereka tak hidup menjadi dirinya sendiri. Kebanyakan orang kita itu orang tertib, saya anggap sosial capital, ” paparnya.

Modal sosial yang dimiliki orang Indonesia apalagi sudah pernah disampaikan oleh Pemimpin Soekarno yang disebut dengan watak gotong-royong di dalam pidato politiknya. Semangat ini sudah muncul sejak kelahiran Republik Indonesia.

“Capital dari masyarakat, kita tugasnya terus memelihara, menjaga, dan memupuk, itu harganya priceless , ” tuturnya.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)