Tuesday, November 24

Bukti Ritel Kurang Oke, Wall Street Turun Tipis di Pembukaan

Jakarta, CNBC Nusantara – Bursa saham Amerika Konsorsium (AS) dibuka melemah pada Jumat (14/8/2020), mengaburkan peluang indeks S& P 500 mencetak rekor tertinggi baru di tengah penjualan ritel yang kurang memuaskan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 80 pokok (-0, 3%) pada pembukaan perdagangan pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB), dan 30 menit kemudian relatif sama secara minus 83, 18 poin (-0, 3%) ke 27. 813, 54. Nasdaq melemah 40, 72 poin (-0, 37%) ke 11. 001, 78 dan S& P 500 turun 6, 18 poin (-0, 18%) ke 3. 367, 25.

“Pembalikan negatif indeks S& P 500 dan ketakmampuannya mencetak rekor tertinggi baru akan jadi sorotan. Tetapi, aksi jual dalam perdagangan tercatat lebih ringan ketimbang pada Kamis, ” tutur Frank Cappelleri, Eksekutif Instinet, dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International .


Jika benar indeks itu menembus level tertinggi baru, ini akan menjadi pemulihan tercepat sejak koreksi terbesar dalam sejarahnya yaitu sebesar 30%, mengutip data Ned Davis Research. Namun, pasar minim pasokan sentimen positif di pusat mentoknya pembahasan stimulus.

Ketua DPR Nancy Pelosi, yang juga petinggi Partai Demokrat AS, mengatakan bahwa pihaknya tak akan memulai kembali pembicaraan dengan partai Republik hingga itu menaikkan nilai total bantuan provokasi sebesar US$ 1 triliun.

Kejadian ini diamini penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow yang pada CNBC International mengatakan bahwa pihaknya serta Partai Demokrat menghadapi “kebuntuan. ”

“Melihat kondisi kebuntuan fiskal sekarang, benar kecil kemungkinan bahwa konsumen mendapat dukungan fiskal tambahan pada Agustus. Dengan kata lain, outlook September sangat bergantung pada kebijakan fiskal, ” tutur Aneta Markowska, Besar Ekonom Jefferies, dalam laporan penelitian, yang dikutip CNBC International .

Namun, penjualan ritel Juli tercatat hanya naik 1, 2%, meski masih di lembah konsensus Dow Jones sebesar 2, 3%. Mengecualikan otomotif, penjualan ritel nak 1, 9% atau sedang lebih baik dari konsensus sejumlah 1, 2%.

TIM RSET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)