Thursday, September 24

Ekonomi AS Bangkit dan CAD MENODAI Membaik, Akankah IHSG Ceria?

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Isu resesi masih mewarnai pergerakan pasar keuangan dalam kampung di pekan ini. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyurut 0, 13% dalam sepekan, kemudian rupiah juga melemah 0, 34%. Hanya obligasi Indonesia yang bangkit tipis, tercermin dari penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 3, 8 basis poin (bps) menjadi enam, 787%.

Isu resesi masih akan mewarnai pergerakan pasar keuangan dalam negeri pada minggu depan. Dari eksternal, tanda-tanda kebangkitan ekonomi Amerika Serikat (AS) akan berpengaruh positif ke pasar finansial global termasuk Indonesia.

Bagian Tenaga Kerja AS pada Jumat (7/8/2020) melaporkan tingkat pengangguran dalam bulan Juli turun tajam menjadi 10, 2% dari sebelumnya 11, 1%. Selain itu, sepanjang kamar lalu, perekonomian AS kembali menggunakan tenaga kerja di luar daerah pertanian, yang dikenal dengan nama non-farm payrolls , sebanyak 1, 763 juta karakter, lebih banyak ketimbang prediksi dalam Forex Factory sebesar 1, 53 juta.


Data-data tersebut menunjukkan perekonomian AS mulai bangkit setelah nyungsep hingga mengalami  resesi dalam kuartal II-2020 lalu.

Tidak hanya itu, rata-rata gaji per jam serupa mengalami kenaikan 0, 2% dalam bulan Juli setelah menurun pada 2 bulan beruntun. Kembali naiknya rata-rata gaji berpeluang meningkatkan bayaran konsumen atau belanja rumah nikah yang merupakan tulang punggung perekonomian AS. Belanja rumah tangga berkontribusi sekitar 70% terhadap produk domestic bruto (PDB) AS.

Data tersebut membuat indeks Dow Jones dan S& P 500 di bursa saham AS (Wall Street) mencatat penguatan 6 hari beruntun.

Pasar Asia, termasuk Indonesia baru akan merespon data tersebut di awal pasar depan.

Selain tersebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani empat perintah eksekutif pada Sabtu (8/8/2020) waktu setempat atau Minggu (9/8/2020) WIB. Lupa satu dari empat perintah manajer itu berisi bantuan langsung kepada pengangguran senilai US$ 400 semenjak pekan.

Langkah Trump ini dilakukan setelah Gedung Putih dan Partai Demokrat gagal mencapai kesepakatan terkait stimulus bantuan Covid-19 pekan ini. Tiga perintah eksekutif lainnya adalah tax holiday bagi awak AS berpenghasilan kurang dari US$ 100. 000 per tahun, tumpuan untuk penyewa dan pemilik rumah serta penangguhan pembayaran student loan atau pinjaman pelajar di golongan universitas.

“Kami ingin melindungi masyarakat AS, ” perkataan Trump dalam keterangan pers lantaran klub golfnya di Bedminster, New Jersey, seperti dilaporkan CNN International.

Bantuan senilai US$ 400 per pekan tersebut tentunya akan meningkatkan daya beli masyarakat AS, yang lagi-lagi berpotensi memberikan dampak signifikan ke PDB.

Sehingga harapan akan kebangkitan ekonomi AS kembali muncul. Masa negara dengan nilai ekonomi terbesar di dunia ini bangkit negeri2 lainnya juga akan terkerek terbang.