Thursday, September 24

Sri Mulyani: PDB Kuartal III Prospek Negatif Masih Ada

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan masih tersedia kemungkinan perekonomian Indonesia di kuartal III-2020 tumbuh negatif. Apalagi di kuartal II ini perekonomian pengurangan sangat dalam yakni minus 5, 32%.

Menurutnya, sektor-sektor penopang perekonomian yang pada kuartal II ini ikut terkontraksi pada akan sulit pulih dengan semoga. Oleh karenanya, jika upaya pemerintah tidak maksimal maka Indonesia bisa masuk ke jurang resesi.

“Memang probabilitas negatif (di kuartal III) masih ada sebab penurunan sektor tidak bisa secara cepat pulih, ” ujarnya melalaikan konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Tetapi, ia menekankan pemerintah akan menyelenggarakan berbagai upaya dan kebijakan bersama dengan Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan agar bisa mendorong perekonomian.

Berbagai kebijakan mutakhir diluncurkan guna meningkatkan konsumsi kelompok. Bahkan program yang telah ada seperti bantuan sosial (bansos) ikut diperpanjang hingga akhir tahun.

Segala upaya ini diharapkan bisa menopang perekonomian kuartal III tumbuh ke zona positif.

“Dengan langkah-langkah itu kita berharap pada kuartal III & kuartal IV pemulihan ekonomi mampu bertahap. Kalau kuartal III kita berharap growth minimal 0% serta positif 0, 5%. Untuk kuartal IV diharapkan bisa mendekati 3%, ” kata dia.

Dengan perbaikan di kuartal III dan IV ini, maka Nusantara bisa terhindar dari resesi. Selain itu, pemulihan akan lebih cepat pada tahun berikutnya.

“Kalau terjadi (perbaikan di q3 dan q4) keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2020 diharapkan akan tetap tersem-bunyi pada zona positif, minimal 0% hingga 1%, ” tegasnya.



[Gambas:Video CNBC]
(dru)