Thursday, October 22

Kemampuan McD Mengecewakan, Wall Street Terkoreksi di Pembukaan

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah di pembukaan perdagangan Selasa  (28/7/2020), menyusul buruknya rilis kinerja emiten unggulan AS per kuartal II-2020 terutama McDonald’s.

Saham McDonald’s anjlok 1% setelah perusahaan gerai makanan tersebut mengadukan penurunan penjualan hingga 30%. Laba bersih per saham ( earning per share /EPS) tercatat hanya US$ 0, 66 per saham atau di bawah ekspektasi analis yang memprediksi nilai US$ 0, 74.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 84 pokok (-0, 3%) pada pembukaan jam 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB), dan 11 menit kemudian bertambah menjadi 119, 66 poin (-0, 45%) ke 26. 465, 11. Indeks Nasdaq melemah 40, 04 poin (-0, 38%) ke 10. 496, 23 sedangkan S& P 500 tertekan 7, 78 poin (-0, 24%) ke 3. 231, 63.


Pimpinan Senat AS Mitch McConnell pada Senin mengumumkan rencana paket senilai US$ satu triliun, dengan memuluskan jalan persetujuan dengan kubu Demokrat untuk menyilih program tunjangan pengangguran sebelumnya.

Kira-kira poin yang diatur adalah pemfungsian kembali aktivitas sekolah dan usaha dalam skala penuh dan penyediaan tunjangan senilai US$ 200 bola lampu pekan, turun dari tunjangan pada program sebelumnya yang bakal longgar pada akhir bulan ini senilai US$ 600 per pekan.

“Pemangkasan ukuran tunjangan pengangguran itu bakal menjadi pertarungan politik dan prosesnya bahan panjang, ” tutur Peter Cardillo, Kepala Ekonom Spartan Capital Securities, sebagaimana dikutip CNBC International . Akibatnya, sentimen pasar pun memburuk.

Investor mengacuhkan keputusan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) di mana Ketua Fed Jerome Powell mengumumkan bakal memperpanjang batas akhir program pinjaman ke karakter usaha menjadi akhir tahun, dibanding rencana semula yang hanya datang September.

Pfizer, dan Raytheon Technologies dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal II-2020 jelang pembukaan perdagangan. Sementara itu, Visa, Advanced Micro Devices, eBay, Mondelez International dan Starbucks merilis kinerja mereka setelah pasar menutup.

Pelaku pasar juga bakal memantau rilis indeks keyakinan konsumen periode Juli. Ekonom dalam polling Dow Jones menyebutkan angkanya bakal berada di level 96, turun daripada posisi Juni pada 98, 1.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)