Thursday, October 22

Luhut: RI Pemain Mobil Listrik Negeri, Jangan Takut TKA China

Jakarta, CNBC Inndonesia – Keberadaan tenaga kegiatan asing (TKA) di Indonesia sering menjadi cibiran sebagain orang. Menyikapi hal ini, Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika kita tidak perlu khawatir dengan keberadaan TKA.

Ia mengatakan era ini pemerintah tengah mendorong rencana hilirisasi demi meningkatkan nilai tambahan. Namun untuk mengejarkan proyek tersebut masih dibutuhkan TKA. “Yang diserang orang tentang hilirisasi semua cuma bicara tenaga kerja asing, ” ungkap Luhut di YouTube Kemenko Marves, Sabtu, (25/07/2020).

Luhut mencontohan salah satu hilirisasi yang dilakukan adalah untuk produk nikel. Pemanfaatannya untuk bahan patokan dari baterai, akan membuat Nusantara ke depan menjadi pemaian sempurna.


Nusantara memiliki cadangan terbesar dan unggul daripada nikel ore. “Tahun 2030 di Eropa sudah tidak ada lagi mobil dengan fosil, ini kan 10 tahun dari saat ini. Dalam lima tahun kedepan, 2025-2027 mereka hampir berapa puluh tip electric car, ” ujarnya.

Melihat potensi besar untuk hilirisasi, Luhut meminta agar tidak ribut-ribut soal tenaga kerja asing. Adanya tenaga kerja asing bakal menjadi lompatan teknologi, sehingga kudu belajar dari orang lain. Dia menyebut hadirnya 500 TKA bakal membuka 5. 000 tenaga kegiatan baru.

“Aksi kacau gak perlu, 500 TKA sampai ciptakan 5. 000 tenaga kegiatan ahli. Jadi kalau ada yang ribut-ribut, rusak masa depan republik dan generasimu, ” tegasnya.

Luhut bahkan menegaskan jika apa yang ia lakukann salah maka ia akan mencium lengah yang mengkritik begitu juga sebaliknya. “Kalau saya salah cium tanganmu kalau anda salah cium lengah saya. ”

Seperti diketahui, Indonesia kedatangan 500 TKA asal China. Tenaga kerja asal China tersebut disiapkan untuk mempercepat pembagunan smelter. Sebelumnya, Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi mengatakan 500 TKA asal China tersebut kemungkinan akan datang pada akhir Juni atau pembukaan Juli 2020.

Menurut Jodi ke-500 TKA dari Daerah Panda ini merupakan bagian sebab tim konstruksi yang akan memacu pembangunan smelter. Setelah smleter tersebut jadi, maka TKA tersebut bakal kembali ke negara masing-masing. (*)

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)