Tuesday, August 4

Tersedia Masalah Dana, Kontrak Tol Trans Sumatera Dirombak

Jakarta, CNBC  Indonesia – Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)  PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) meneken Penandatanganan Amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Hidup Tol Trans Sumatera (JTTS) bersama-sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

Amandemen PPJT dilakukan sebagai tindaklanjut atas surat dari:

1. Menteri PUPR Nomor KU. 02. 07-Mn/794 Tanggal 25 April 2020 perihal Permohonan Persetujuan Penerapan Dana Badan Usaha Terlebih Awal Untuk Pengadaan Tanah PSN Pekerjaan Tol dengan memanfaatkan sisa Peruntukan TA 2016 – TA 2020;


2. Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas melalui tulisan Nomor IPW. 5/D. M. EKON. KPPIP. 04/2020 Tanggal 24 April 2020 telah menyampaikan Usulan Peruntukan Dana Pengadaan Tanah Tahun 2020 Terhadap Revisi Sisa Alokasi Pemberian Pengadaan Tanah Tahun 2016 porakporanda 2019 Proyek Strategis Nasional Zona Jalan Tol yang ditujukan pada Direktur Utama LMAN; dan

3. Atas surat aplikasi Menteri PUPR sebagaimana angka 1, Menteri Keuangan Republik Indonesia memberikan persetujuan kepada Menteri PUPR menggunakan Nomor S450/MK. 06/2020 Tanggal 29 Mei 2020 perihal Persetujuan Proposal Alokasi Pengadaan Tanah Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Tahun Perkiraan 2020.

Amandemen PPJT meliputi 7 (tujuh) ruas tol yakni ruas Medan Binjai (17 KM), ruas Bakauheni – Terbanggi (140 KM), buku Pekanbaru – Dumai (131 KM), ruas Kisaran – Tebing Luhur (Indrapura – Kisaran) (47 KM), ruas Sigli – Banda Aceh (73 KM), ruas Pekanbaru – Padang (254 KM), dan buku Lubuk Linggau – Curup berantakan Bengkulu (96 KM).

Kepala BPJT Danang Parikesit mengirimkan bahwa penandatanganan amandemen PPJT itu dilakukan agar dapat memperlancar penyelesaian pembangunan proyek JTTS.

“Terima kasih atas kerja sepadan yang baik antara Hutama Karya dan BPJT. Harapan kami, Alokasi Dana Talangan Tanah tahun 2020 dapat memperlancar tugas para BUJT sekalian sehingga proyek bisa berjalan sesuai rencana, ” tutur Danang  dalam pernyataan resminya, Jumat (24/7).

Alokasi Dana Talangan Tahun 2020 yang telah disetujui dan ditandatangani ini akan digunakan untuk ke-7 ruas tol dimana hingga saat ini progres pemasokan tanah masing-masing ruas yakni Medan – Binjai mencapai 99%, ruas Bakauheni – Terbanggi Besar menyentuh 100%, ruas Pekanbaru – Dumai mencapai 94%, dan ruas Sigli – Banda Aceh mencapai 71%.

Adapun ke-3 buku lainnya ruas Pekanbaru – Medan meliputi ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung porakporanda Padang, ruas Lubuk Linggau semrawut Curup – Bengkulu, ruas Kisaran – Tebing Tinggi (Indrapura berantakan Kisaran) keseluruhannya masih dalam periode pengadaan tanah.

“Untuk seluruh tim Hutama Karya & juga segenap kawan-kawan yang hadir pada siang hari ini, tentunya ini menjadi semangat kita bersama-sama dalam mempercepat dan menyesuaikan kemajuan pengadaan tanah untuk realisasi cara konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera, ” kata  Danang.

Dengan telah dilaksanakannya Amandemen PPJT dalam rangka percepatan progres pendanaan tanah Proyek Strategis Nasional khususnya Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya berharap ini mampu memperlancar progres pengadaan tanah di lapangan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Pungutan di Sumatera sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015.

Executive Vice President Divisi Sekretaris Kongsi Hutama Karya, Muhammad Fauzan turut menyampaikan ungkapan terima kasih berasaskan terealisasinya agenda penandatanganan ini.

“Saya atas nama Hutama Karya mengucapkan terima kasih, hendaknya akan membuat proses pembangunan Timah Tol Trans Sumatera lebih mampu sesuai rencana. ” ujar Fauzan.

Hutama Karya langsung melakukan upaya terbaiknya dalam membangun ke-tujuh ruas yang saat ini telah mendapatkan penambahan Alokasi Simpanan Talangan Tanah tahun 2020 itu. Adapun hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang ±588 kilometer dan 5 (lima) ruas telah beroperasi.

Sebelumnya Gajah PUPR  Basuki  Hadimuljono menjelaskan Pungutan Trans Sumatera nantinya akan membentang sepanjang 2. 800 kilometer, lantaran ujung Lampung hingga Aceh, sedang ada sekitar 1. 291 km ruas jalan tol yang pusat dipersiapkan.

“Yang telah operasi 390 km, yang under construction 1. 194 km, dan sedang persiapan 1. 291 km. Targetnya kita ingin selesaikan sampai dengan 2024, ” kata Basuki.

Basuki tak memungkiri bahwa proyek tersebut masih terkendala dari sisi pendanaan. Pemerintah merekam, diperlukan dana sekitar Rp 500 triliun lagi untuk menyelesaikan order tersebut.

“Termasuk dengan sudah operasi tadi. Perbankan kewajiban Rp 72, 2 triliun, pertolongan pemerintah Rp 21, 6 triliun, PMN ke Hutama Karya ditugaskan Rp 19, 6 triliun. Jadi ada Rp 113 triliun dengan sudah komitmen, ” katanya.

“Termasuk yang sudah proses tadi sepanjang 393 Km. Sehingga masih dibutuhkan anggaran Rp 387 triliun untuk menyelesaikan seluruhnya, ” tegas Basuki.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)