Thursday, October 22

Cowell Pailit, Konsumen Harus Lakukan Hal Ini Agar Tak Rugi

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Cowell Development Tbk (COWL) ditetapkan statusnya jatuh, dimana hal ini menimbulkan isyarat tanya besar bagi konsumen dengan membeli properti dari pengembang kongsi terbuka ini.

Pengaruh Hukum Konsumen PT Cowell Development Tbk, sekaligus Pengajar Hukum Bisnis Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, Mustolih Siradj, mengatakan tersedia beberapa hal yang harus dikerjakan oleh konsumen.

“Pertama, konsumen harus mengumpulkan bukti-bukti berbentuk transaksi yang sudah dilakukan. Misalnya sudah membayar cicilan rumah, dan lainnya, ” ujarnya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Minggu (19/7/2020).


Langkah kedua ialah setelah mengumpulkan bukti kemudian mendaftarkannya. Ketiga, konsumen bisa datang pada sidang kreditur, hal ini terutama saat pencocokan data harus pegari, karena yang dilihat oleh awak kurator adalah bukti tersebut.

“Baru kemudian dipastikan konsumen apakah masuk dalam daftar list, ” tegasnya.

Langkah lainnya adalah mengawal proses ini bersama-sama. Sebab pada kasus ini sudah pasti hendak banyak kepentingan, di mana hendak menyangkut tiga jenis kreditur. Mula-mula preferen seperti kepentingan pajak. Ke-2, kreditur separatis, biasanya perbankan dengan memegang hak jaminan.

“Ketiga adalah kreditur konkuren, yaitu konsumen. Kreditur paling bawah, yang tidak punya apa-apa. Tapi pasti saja, punya hak untuk dibayarkan, ” katanya lagi.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membatalkan emiten pengembang properti, PT Cowell Development Tbk. (COWL) dalam kehormatan pailit. Putusan pengadilan tersebut penuh diperbincangkan di jagat maya, pasalnya banyak konsumen yang mempertanyakan nasib properti yang di beli namun belum serah terima.

Keputusan pailit tersebut tertuang di dalam surat Perkara Nomor: 21/Pdt. Sus/Pailit/2020/PN. Niaga. Jkt. Pst.

Cowell dimohonkan dua perkara yakni permohonan penyataan pailit dengan pemohon PT Multi Cakra Kencana Wujud, selaku kreditor. Multi Cakra mengajukan permohonan pailit pada 17 Juni 2020.

Tak hanya itu, PT Kabut Sukses Bersama juga mengajukan Janji Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di dalam 17 Juni 2020, dengan bagian perkara 154/Pdt. Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt Pst.

Saksikan video terkait di bawah ini:

(dob/dob)