Thursday, October 22

Himbara Salurkan Rp4, 2 T ke 1 Juta UMKM, Ini Perintah Luhut

Jakarta, CNBC Indonesia – Departemen Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian RI, menggandeng Himbara serta e-commerce meluncurkan fasilitas digital lending yang tersedia di e-commerce untuk pelaku digital bernama DigiKU UMKM pada Jumat (17/7/2020).

Total anggaran yang disiapkan menyentuh Rp 4, 2 triliun dan akan disalurkan kepada satu juta pelaku UMKM dalam ekosistem digital.

“Nilainya bisa tambah sejalan dengan penyerapan UMKM. Asas data UMKM akan berbasis di nasabah yang dimiliki Himbara & kredit UMKM bisa disalurkan hanya dalam waktu 15 menit. Agenda DigiKU bukti nyata keberpihakan Himbara kepada UMKM, ” kata Menko Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di konferensi pers.

Menurut dia, UMKM memiliki sejumlah hambatan, terutama dalam penyerapan permodalan. Penyerapan permodalan kepada UMKM terbilang masih nista.

“Padahal UMKM adalah tulang punggung. Saya ulangi tangkas punggung dan perekat ekonomi nasional. Kekokohan Indonesia bertumpu kepada UMKM. Pada 2019, sektor tersebut telah berkontribusi terhadap lebih 60% PDB, dan 14% dari total ekspor Indonesia, ” ujar Luhut.

“Oleh karena itu kita hanya mempunyai satu pilihan yang terus menopang dan membantu kemajuan UMKM dari Sabang sampai Merauke, ” lanjutnya.

Di tengah pandemi Covid-19, Luhut bilang semua pihak kudu bisa melakukan inovasi baru di membantu UMKM mengembangkan dan menjaga bisnis. Hal tersebut agar peresapan modal yang telah disiapkan oleh pemerintah dapat terlaksana dengan cara.

Luhut pun menodong perbankan agar bisa menyederhanakan metode pengajuan pinjaman. Sebab, yang menjadi kendala penyaluran modal selama itu terletak pada proses pengajuan pinjaman.

“Banyak pelaku UMKM tidak mendapat pinjaman modal akibat terganjal proses administrasi yang diterapkan oleh perbankan. Oleh sebab tersebut, maka kami mengimbau perbankan buat melonggarkan, khususnya dalam konteks Covid-19 ini, proses-proses administrasi dalam menolong UMKM, ” kata Luhut.

“Dalam menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan inovasi. Inovasi tersebut kudu mempunyai unsur efisiensi, perluasan khasiat, dan peningkatan kualitas. Seperti perintah presiden (Presiden Joko Widodo) kita jangan membuag aturan-aturan yang memesona diri kita sendiri, ” lanjutnya.


Saksikan video terkait di kolong ini:

(miq/miq)