Wednesday, October 21

Prabowo Borong Traktor Made in Bandung untuk Food Estate

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pindad (Persero) sudah diminta untuk memenuhi kebutuhan jalan berat untuk pembangunan food estate di Kalimantan Tengah. Permintaan tersebut langsung disampaikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ditunjuk sebab presiden untuk menggarap proyek itu.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan Pindad masa ini tak hanya memproduksi senjata dan amunisi, namun juga memproduksi alat berat untuk kebutuhan pertanian, seperti eskavator, amfibi hingga traktor.

“Ini beliau [Prabowo] sudah minta kita support di pembukaan lahan baru pada Kalimantan untuk ketahanan pangan, juru bicara dari Pindad, ” kata Abraham kepada CNBC Indonesia , Senin (13/7/2020).


Dia mengatakan saat ini kongsi sudah mulai memasok beberapa logistik yang dibutuhkan seperti buldozer, eskavator, alat tani seperti traktor, harvester, pengering padi. “Itu sudah mulai, dari Pindad, ” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemangku Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan tahun ini pihaknya berangkat menyiapkan pembukaan lahan, sehingga tarikh depan proses tanam sudah bisa dilakukan. Targetnya pada 2022 periode panen sudah bisa berlangsung di kawasan lumbung pangan di Kalimantan Tengah.

Setelah panen, dia menjelaskan bahwa hasil buatan akan masuk ke industri hilir yang juga tengah disiapkan di dalam waktu bersamaan.

“Kita siapkan, terserah kalau nanti swasta mau terlibat boleh. Tapi kalau enggak ya kita siapkan. Itu cuma butuh Rp 68 triliun. Kita procuress kepada pak Pemimpin, terbitkan bond lokal saja. Toh nanti hasilnya dollar, ” kata pendahuluan Wahyu dalam wawancara khusus bersama-sama CNBC Indonesia, akhir pekan kemarin.

Adapun lahan pengutamaan yang tengah disiapkan berlokasi di Kalimantan Tengah. Dia mencatat, telah terdapat 800 ribu hektare lahan yang potensial dimanfaatkan sebagai food estate.

Selain tersebut, dia juga tengah memetakan daya lahan di daerah-daerah lain semacam Papua, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara. Hanya saja, nantinya per daerah bakal memiliki komoditas bertentangan yang menyesuaikan dengan kebutuhan.

Saksikan video terkait di bawah tersebut:

(hoi/hoi)