Tuesday, August 4

Tersibak! Jatuhnya Pesawat Ukraina karena Peluru kendali Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Iran akhirnya mengungkapkan penyebab jatuhnya udara penumpang milik maskapai Ukraina di dalam Januari 2020. Penyebab dari petaka fatal itu adalah kesalahan manusia yang menimbulkan ketidakselarasan sistem peninjau unit pertahanan udara, kata dominasi Iran, Minggu (12/7/2020).

“Kegagalan terjadi karena kesalahan manusia dalam mengikuti prosedur untuk menyesuaikan radar, menyebabkan kesalahan 107 bagian dalam sistem, ” kata otoritas Penerbangan Sipil Iran dalam suatu laporan, Sabtu malam, sebagaimana dilaporkan AFP .

Pesawat Boeing 737-800 hak Ukraine International Airlines jatuh dalam Iran pada 8 Januari lalu. Pada saat itu, AFP melaporkan motor itu lepas landas pukul enam. 10 pagi waktu Iran. Udara yang membawa 176 orang itu hilang dari radar beberapa menit setelah lepas landas (take off).


Rekaman video tahu menunjukkan dua rudal Iran diluncurkan ke langit sebelum mengenai motor Boeing 737 milik maskapai Ukraine International Airline hingga jatuh dalam Rabu (8/1).

Beberapa jam setelah musibah terjadi, beredar kabar bahwa pengantara kecelakaan kemungkinan adalah kerusakan pesawat. Sayangnya, banyak pihak tidak tetap dengan kesimpulan itu karena jatuhnya pesawat itu terjadi beberapa jam setelah serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militer AS dalam Irak dilakukan.

Sebelum kejadian pesawat jatuh, Iran tahu meluncurkan serangan rudal sebagai reaksi pada AS yang melakukan serbuan udara di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. Dalam serangan itu, salah satu tokoh penting Iran, Jenderal Qassem Soleimani, tewas.

Akibat serangan itu, Iran bersumpah untuk membalas GANDAR. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa kecelakaan ada kaitannya dengan gempuran rudal Iran, mengingat bangkai motor yang jatuh tersebut berupa puing-puing seperti bekas diledakkan.

Saksikan gambar terkait di bawah ini:

(hoi/hoi)