Tuesday, August 4

Pasar uang Eropa Dibuka Hijau Sambut Izin Remdesivir di Uni Eropa

Jakarta, CNBC Nusantara – Bursa Eropa menguat pada pembukaan Senin (6/7/2020), menyusul ekspektasi positif investor bahwa pemulihan ekonomi akan berjalan di tengah kemajuan temuan obat dan vaksin anti-corona (strain terbaru).

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa, naik 1, 6% dalam sesi pembukaan. Indeks saham zona perbankan menguat 3, 2% menjadi pemimpin reli diikuti indeks bagian sektor lainnya yang juga menguat.

Setengah jam kemudian, reli Stoxx 600 bertambah tipis menjadi 5, 96 poin (+1, 63%) ke 371, 39. Di sisi lain ruang FTSE Inggris menguat 131, 14 poin (+2, 13%) ke enam. 288, 44, indeks DAX Jerman naik 272, 81 poin (+2, 18%) ke 12. 800, 99 dan CAC Prancis tumbuh 101, 64 poin (+2, 03%) ke 5. 108, 78.


Bursa Eropa mendaftarkan tren di Asia di mana bursa China menguat menyusul sentimen positif di tengah reli ruang bursa Shanghai lebih dari 4% menyambut ekspektasi kemajuan terapi Covid-19.

Komite Uni Eropa pada Jumat bahwa persetujuan bersyarat telah diberikan di obat anti-viral milik Gilead, yakni remdesivir, untuk diedarkan di wilayah Uni Eropa menjadikannya sebagai pengobatan pertama yang disetujui secara benar formal di Benua Biru.

Harian The Sunday Times melaporkan bahwa Inggris memfinalisasi kesepakatan dengan Sanofi senilai 500 juta poundsterling (US$ 624 juta) dan dengan GlaxoSmithKline senilai 60 juta  untuk mengamankan pasokan vaksin potensial yang mereka kembangkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Minggu mengumumkan bahwa pada 24 jam terakhir ada 200. 000 kasus baru corona dengan terkonfirmasi di seluruh dunia, secara Amerika Serikat (AS) menyumbang 130. 000 kasus baru.

Di Negara Adidaya tersebut, Florida dan Texas melaporkan rekor kenaikan kasus harian pada Minggu, bersamaan dengan 39 negara bagian yang juga mengadukan kenaikan kasus.

Pelaku pasar di Benua Biru bakal memantau Indeks Organisator Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) serta angka penjualan ritel zona euro.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Saksikan video terkait dalam bawah ini:

(ags/ags)