Thursday, October 22

Atasan Taksi Express Buka-bukaan, Utang tenggat Ancaman Pailit!

Jakarta, CNBC  Indonesia Emiten pengelola taksi Express, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) tengah menghadapi tekanan cukup berat. Selain beban utang yang menggunung, perseroan juga terimbas  cukup besar dibanding penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan sejumlah daerah sebagai dampak pandemi  Covid-19.

Secara kinerja, perusahaan Grup Rajawali Corpora  hak Peter Sondakh  ini sebetulnya  berhasil menekan kerugian di tarikh lalu seiring dengan efisiensi dengan dilakukan perusahaan.

Akan tetapi tekanan akibat penghentian operasional kongsi membuat manajemen kian memutar budi bagaimana bertahan. Tahun lalu, habis bersih TAXI memang  berkurang 67% menjadi Rp 275, 50 miliar dari periode yang sama tarikh 2018 yakni rugi bersih Rp 836, 37 miliar.


Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan kongsi turun drastis 44% menjadi Rp 134, 25 miliar, dari 2018 yakni Rp 241, 66 miliar. Beban pokok pendapatan berkurang menjadi Rp 293, 92 miliar sebab sebelumnya Rp 433, 24 miliar.

Kepada manajemen Pura Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama Taksi Express Johannes BE Triatmojo  pun menjelaskan secara detail agenda dan strategi perusahaan untuk langgeng bertahan saat ini.

Dia menjelaskan jenis kegiatan yang mengalami penghentian dan pembatasan operasional perusahaan di antaranya pembatasan operasional pada taksi reguler dan taksi premium baik dalam Jabodetabek maupun luar kota, pemisahan operasional pada layanan penyewaan organ dan layanan limusin di Jakarta dan Bali, dan penghentian operasional pada layanan penyewaan bus pada Jabetabek.

“Penghentian serta atau pembatasan operasional di tempat terutama disebabkan oleh adanya pemberlakuan PSBB dan penurunan permintaan untuk layanan transportasi  umum, ” katanya, dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2020).

“Hingga kini kedudukan penghentian dan atau pembatasan operasional ini masih berlangsung untuk segmen-segmen usaha perusahaan dan entitas budak baik di Jabetabek maupun asing kota, ” jelasnya.

Selain itu, dia menjelaskan berlaku penurunan karyawan dari 471 pekerja pada Desember 2019 menjadi 390 karyawan saat ini.

Penurunan jumlah karyawan merupakan arah dari penyelesaian atas masa perikatan karyawan yang sejalan dengan penataan atau restrukturisasi internal perseroan yang dilakukan melalui konsolidasi operasi cantik di kantor pusat maupun pool,   sehubungan dengan kondisi bisnis yang menurun sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

“Sejumlah 390 karyawan perseroan terkena dampak selain PHK yakni pemotongan gaji karyawan sebesar 40% dari total gaji bohlam bulan yang diperkirakan akan berlangsung hingga periode yang belum sanggup ditentukan saat ini, ” prawacana mantan Chief Operation Officer PT DartMedia  ini.

Terpaut dengan utang, utang obligasi perseroan adalah sebesar Rp 578, 9 miliar, merupakan salah satu bagian dari kewajiban keuangan jangka pendek bola lampu Desember 2019.

Kewajiban jangka pendek perseroan per Maret  2020 adalah Rp 681, 9 miliar, merujuk pada laporan keuangan interim perseroan yang disampaikan di 30 Juni 2020.

Sebagian besar kewajiban TAXI per 31 Maret 2020 terdiri sebab utang obligasi Rp 549, satu miliar dan utang bunga tertunggak dan denda sebesar Rp 90 miliar, merujuk pada hasil restrukturisasi obligasi, serta utang pajak sebesar Rp 5, 8 miliar serta utang jangka pendek kepada bagian ketiga sebesar Rp 37 miliar.

“Kewajiban keuangan tersebut merupakan kewajiban jangka pendek perseroan pada periode 31 Maret 2020 yang pemenuhannya tetap berjalan maka saat ini dan dilakukan berdasarkan ketentuan restrukturisasi obligasi dengan penjualan aset jaminan dan kesepakatan pelepasan kewajiban perusahaan dengan pihak ke-3, ” katanya.

Ancaman Pailit

Perseroan juga telah menerima Surat Panggilan Sidang Perkara Gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 30 Juni 2020.

Gugatan ini berkaitan dengan aplikasi PKPU yang diajukan Ny. H Asma terhadap perseroan melalui surat nomor 37/PAS/10-VI/2020 tertanggal 10 Juni 2020 yang diterima oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada agenda yang sama.

“Sidang Pertama Perkara Gugatan PKPU tersebut telah dilakukan pada 2 Juli 2020. Dapat kami sampaikan bahwa perseroan akan selalu menghormati dan mematuhi proses hukum yang akan dijalani, ” prawacana eks  Senior Vice President Operation di PT Mobile Coin Asiadari  ini.

Dia mengatakan, sebagai bagian dari  usaha perseroan yang berkesinambungan untuk menghadapi dan mengelola kondisi-kondisi ekonomi dan bisnis saat ini, perseroan secara konsisten  mengupayakan langkah-langkah dengan telah dan akan diimplementasikan dengan berkelanjutan.

Beberapa jalan di antaranya melanjutkan program kontraksi utang obligasi perseroan dengan penjualan aset non-core dan non-produktif.

“Melanjutkan program-program efisiensi ongkos dan menerapkan kebijakan anggaran yang ketat baik di bagian proses maupun kantor pusat, melalui penyesuaian jumlah karyawan dan konsolidasi proses serta penutupan sejumlah pool dengan tidak aktif, ” katanya.

Selain itu, perseroan bakal terus fokus untuk meningkatkan kemampuan melalui peningkatan produktivitas dan faedah armada dan pengemudi.

“Perseroan akan terus melakukan agenda training dan coaching kepada pilot sebagai usaha untuk meningkatkan status pelayanan dan kebersihan armada. ”

Saksikan video terkait di lembah ini:

(tas/tas)