Thursday, October 22

Sri Mulyani Titip Duit Trilunan, BJBR dan BJTM Langsung Terbang

J akarta, CNBC Indonesia – Duo Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang melantai di Bursa Efek Nusantara (BEI) yaitu PT Bank Pendirian Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) harganya berhasil melesat pada pembukaan perdagangan sesi kedua Jumat (7/3/20)

BJBR berhasil melesat tinggi 7, 19% ke level harga Rp 820/unit, tidak mau kalah BJTM berhasil terapresiasi sebesar 5% ke level harga Rp 525/unit.

Kenaikan duo BPD karena pemerintah bakal menyiapkan serupa dana titipan kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD). Dengan mekanisme yang sama dengan bank BUMN, nantinya bank daerah dapat melakukan restrukturisasi nama sampai ekspansi seperti halnya bank BUMN.

“Mirip dengan BUMN, nah itu rencana penempatan dana pemerintah di bank pembangunan daerah tengah disiapkan, ” kata salah satu pejabat dalam Kemenkeu kepada CNBC Indonesia, Jumat (3/7/2020).


Mengenai, BPD tersebut di antarnya BPD Jabar (Bank bjb) BPD DKI (Bank DKI), BPD Jateng (Bank Jateng) dan BPD Jatim (Bank Jatim).

Berapa besarannya?   

 “Masih dikalkulasi. Bisa lebih dari Rp 10 triliun dananya, ” terang sumber tersebut menambahkan.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani masih belum membalas konfirmasi CNBC Indonesia. Termasuk serupa Sekjen Kemenkeu Hadiyanto.

Sebanyak empat Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himbara formal mendapatkan kepercayaan penempatan dana daripada pemerintah sebesar Rp 30 triliun sejalan dengan terbitnya aturan perdana dari Menteri Keuangan Sri Mulyani berkaitan dengan bantuan likuiditas perbankan.

Aturan dengan dimaksud yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 70/2020 tentang Penempatan Kekayaan Negara pada Bank Umum Di Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bank Mandiri terlihat Rp 10 triliun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp 10 triliun dan kemudian Bank Negara Nusantara (BNI) Rp 5 triliun dan Bank Tabungan Negara (BTN) Rp 5 triliun.

Saksikan video terkait di bawah ini:

(trp/hps)