Monday, September 21

Balas Trump, Uni Eropa Blokir Pelancong asal AS?

Jakarta, CNBC Indonesia kacau Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat melarang sebagian besar masyarakat negara Uni Eropa memasuki wilayah AS pada Maret lalu, ketika kasus terjangkit virus corona (Covid-19) sedang melonjak di sebagian tumbuh benua Eropa.

Trump melakukan hal tersebut sebagai cara untuk menekan penyebaran wabah. Tetap kebijakan tersebut langsung memicu nafsu dari para pemimpin UE.

Namun kini situasi dengan berbalik. Di tengah lonjakan infeksi Covid-19 di beberapa bagian dunia, para negara anggota UE bakal menyepakati daftar para pelancong sejak berbagai negara yang mungkin dianggap aman untuk mengunjungi wilayah itu mulai 1 Juli mendatang.

UE diyakini mau memblokir pelancong dari AS, meskipun menurut sumber yang terlibat di pembicaraan ini mengatakan mereka belum melihat daftar yang menyebutkan negara tertentu.

Lebih lanjut, dasar daftar tersebut nantinya akan didasarkan pada bagaimana negara-negara asal pelancong menanggapi pandemi corona.

“Kriteria akan difokuskan pada peredaran virus, ” kata seorang duta Uni Eropa, menambahkan bahwa Brussel mencari untuk mengusir para pelancong dari negara-negara “tempat virus itu beredar paling aktif”, seperti ditulis  CNN Internasional .

Diplomat UE tersebut membincangkan daftar periksa yang diterbitkan oleh Komisi Eropa pada 11 Juni mengenai apa yang harus dipertimbangkan ketika mengizinkan para pelancong dibanding berbagai negara masuk ke provinsi UE.

Poin mula-mula pada pedoman daftar tersebut meminang apakah negara asal dapat “dianggap berada dalam situasi epidemiologis dengan sebanding atau lebih baik jadi rata-rata di wilayah UE” sehubungan dengan jumlah infeksi baru, gaya infeksi baru, serta respons dalam bidang seperti sebagai pengujian, penjagaan, pelacakan kontak, penahanan, perawatan, serta pelaporan.

AS barangkali akan berada di daftar paling bawah untuk masuk ke provinsi UE, sebab negara ini menolong sekitar seperempat dari kasus terjangkit dan kematian akibat corona, serta infeksi baru yang meningkat pada setiap harinya.

AS sudah menjadi episentrum penularan Covid-19 pertama, bersama dengan Brasil dan Rusia. Negeri Paman Sam kini mempunyai 2. 424. 168 kasus terjangkit, 123. 473 kasus kematian, serta 1. 020. 381 pasien lulus sembuh per Rabu (24/6/2020), patuh data Worldometers .

Diplomat tersebut menambahkan bahwa beberapa negara di Eropa “enggan membuka kembali sama sekali, ” karena takut akan membuat gelombang kedua dari virus secara nama resmi SARS-CoV-2 ini.

The New York Times melaporkan pada Selasa (23/6/2020) kalau orang Amerika mungkin tidak dapat melakukan perjalanan ke wilayah Eropa ketika mereka membuka kembali perbatasannya.

Dua pejabat UE sempat mengatakan, di antara alternatif yang dibahas adalah pembatasan perjalanan berdasarkan wilayah geografis AS, dan bukan larangan menyeluruh terhadap segenap negara karena beberapa daerah mempunyai tingkat infeksi lebih tinggi daripada yang lain.

Seorang diplomat UE lainnya mengatakan itu belum melihat daftar negara, cuma kriteria. Termasuk dalam kriteria tersebut adalah insiden virus korona mulai 100. 000 orang selama 14 hari terakhir.

Timbal balik juga menjadi pertimbangan, tambah diplomat UE itu. Awal tahun ini, AS sangat membatasi kunjungan dari sebagian besar Eropa karena masalah corona.

Gedung Putih sejauh ini menunjukkan sedikit minat untuk terlibat dalam urusan ini, menurut dua pejabat Eropa. “Larangan perjalanan AS jauh bertambah ketat, jadi sulit membayangkan itu membuat keributan untuk ini, serta mereka belum melakukannya, ” sekapur seorang pejabat senior Eropa.

Namun menurut seorang duta Eropa lainnya mengatakan bahwa pembatasan bepergian itu tidak ada hubungannya dengan EO pembekuan visa bagi pekerja asing yang ditandatangani sebab Trump minggu ini. “Ini murni berdasarkan pertimbangan kesehatan, ” katanya.

Saksikan video terkait di lembah ini:

(sef/sef)