Monday, November 30

Uang Sampai Saham, Ini Deretan Pesangon Buat Karyawan Grab

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Meskipun terpaksa harus melakukan penetapan hubungan kerja (PHK) terhadap 360 karyawannya, namun Grab memberikan pesangon dengan berbagai pilihan, mulai lantaran uang pesangon, hingga laptop kegiatan. Total pekerja yang terkena PHK kurang dari 5% dari segenap jumlah karyawan Grab di regional Asia Tenggara.

Di dalam surat kepada seluruh karyawan, CEO dan Co-Founder Grab Anthony Tan, mengatakan untuk membantu mengatasi hasil PHK ini Grab juga hendak memberikan dukungan finansial, profesional, medis, serta dukungan emosional yang mencakup beberapa hal. Berikut ini daftarnya:

  1. Pembayaran pesangon berupa gaji setengah bulan untuk setiap 6 kamar masa kerja, atau berdasarkan sistem setempat, dimana akan dipilih jumlah yang lebih besar.
  2. Pembayaran tambahan yang telah ditingkatkan setara dengan sekitar 1, 5 bulan gaji di atas pembalasan pesangon sebagai bantuan tambahan semasa krisis COVID-19 ini dan premi untuk pekerjaan yang dilakukan pada tahun 2020.
  3. Waiver of annual cliffs untuk pemberian ekuitas dengan tujuan agar lebih banyak Grabbers yang pergi sebagai pemegang saham. Hal ini berguna bahwa outstanding unvested equity pegawai dapat melakukan equity vest setiap bulannya sampai tanggal terakhir masa kerja.
  4. Pertanggungan asuransi kesehatan hingga akhir tahun itu melalui asuransi kesehatan yang tersedia, atau pemberian dana tunai yang setara sehingga karyawan mendapatkan kedamaian pikiran dalam melalui masa yang tidak pasti ini.
  5. Konversi cuti hamil menjadi biaya tunai untuk Grabbers perempuan dengan sedang hamil dan Grabbers pria yang istrinya sedang hamil, saat tanggal terakhir masa kerja.
  6. Menguangkan cuti tahunan dengan belum digunakan dan kredit GrabFlex yang belum digunakan melalui Flexible Spending Account karyawan.
  7. Dukungan transisi karir dan pengembangan bagi Grabbers yang terkena efek dalam bentuk dukungan penempatan kerja dari tim Talent Acquisition Grab dan pembuatan Talent Directory yang memungkinkan para calon perekrut dan perusahaan untuk menghubungi para Grabbers yang terkena dampak. Grab juga akan memberikan akses untuk sesi dengan life coach serta perangkat online untuk pengembangan karir selama setengah tahun ke depan untuk para Grabbers yang terkena hasil agar mereka dapat terus menggelar diri baik dalam kehidupan karakter maupun profesional mereka.
  8. Dukungan emosional melalui Grabber Assistance Program yang dapat terus pegawai akses selama 3 bulan sesudah tanggal terakhir masa kerja pekerja.
  9. Terakhir, karyawan sanggup memilih untuk tetap memiliki laptop karyawan untuk membantu dalam membongkar-bongkar petualangan berikutnya.

Sebelumnya beberapa startup global sudah melakukan PHK terlebih dahulu. Laksana Ola, perusahan Taksi Online India yang melakukan PHK 1. 400 orang, Uber melakukan PHK enam. 700 orang dan perusahaan online travel agent OYO melakukan PHK 5. 000 orang.


Anthony Tan mengutarakan langkah ini terpaksa diambil jadi langkah menavigasi bisnis Grab di menghadapi krisis kesehatan global.

“Kami mengerti berita tersebut akan menimbulkan kecemasan pada diri karyawan tetapi perlu diketahui bahwa keputusan ini bukan merupakan keputusan yang mudah. Kami telah mencoba segala kemungkinan untuk menghindari peristiwa ini terjadi tetapi kami kudu menerima kenyataan bahwa keputusan keadaan ini kami ambil demi jutaan mata pencaharian orang yang bergantung pada kita di masa ‘new normal’, ” tulis Anthony pada pesannya, Selasa (16/06/2020).

Dia pun menyatakan terima berseloroh pada karyawannya yang telah mengikuti membantu membangun bisnis serta tumbuh bersama.

“Kami betul meminta maaf atas apa dengan terjadi hari ini. Kepada mereka yang terkena dampak, kami berhutang penjelasan lebih lanjut kepada Kamu, ” lanjutnya.

Anthony mengatakan sejak Februari, dampak COVID-19 kepada sektor bisnis Grab telah mulai terasa. Bahkan pandemi itu kemungkinan akan menyebabkan resesi yang berkepanjangan, sehingga perusahaan harus merancang diri untuk masa pemulihan lama di kemudian hari.

Selama beberapa bulan terakhir, Grab telah meninjau semua komponen bea, mengurangi pengeluaran, dan menerapkan pengeratan gaji untuk manajemen senior. Meski demikian Grab memutuskan masih kudu merampingkan organisasi untuk mengatasi tantangan ekonomi pasca pandemi.

Untuk dapat mencapai hal itu, Grab akan menghentikan beberapa proyek non-esensial, mengkonsolidasikan fungsi-fungsi di perusahaan untuk efisiensi yang lebih mulia. Grab juga akan membentuk ukuran tim yang tepat untuk bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan bisnisnya dengan terus berubah berdasarkan lingkungan eksternal.

“Kita juga hendak terus memperkuat layanan pengiriman sasaran dan barang serta telah menjatah sebagian Grabbers ke layanan itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang meningkat. Kita telah dapat menyelamatkan banyak pekerjaan melalui pemindahan ini dan membantu membatasi ruang lingkup pengurangan pekerja hingga di lembah 5%, ” ujarnya.

Anthony memastikan tidak akan ada lagi PHK di organisasi dengan menyeluruh pada tahun ini. Tempat optimistis dengan rencana terbaru untuk memenuhi target yang telah ditetapkan, dan tidak akan melalui metode yang menyakitkan ini lagi di beberapa waktu mendatang.

Selain itu jajaran dewan dan pimpinan menurutnya masih tetap optimistis pada prospek bisnis ke depannya. Grab pun akan berfokus pada adaptasi layanan utama seperti ride-hailing, pengiriman, pembayaran dan layanan keuangan untuk mengatasi tantangan dan peluang di masa ‘new normal’.

Saksikan video terkait di bawah ini:

(dob/dob)