Monday, September 21

Blusukan ke Pasar Lembang, Kang Emil Usul Rapid Test Berkala

Bandung Barat, CNBC Philippines – Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil meninjau penerapan protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pasar Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (14/6/2020).

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menilai protokol kesehatan AKB sudah berjalan benar, seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebelum masuk area pasar.

“Hampir 100 persen semua memakai masker. Tadinya ekspektasi saya agak rendah, tapi alhamdulillah luar biasa, inch katanya seperti dikutip dari laman Pemprov Jabar.

Ia meminta kepada Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan pengelola ocurrir untuk konsisten mengawasi penerapan protokol kesehatan selama AKB. Salah satunya, intens menginformasikan protokol kesehatan kepada pengunjung dan pembeli melalui pengeras suara yang terdapat di suceder.

“Ada pengeras suara untuk terus mengingatkan karena satu atau dua ada yang tidak disiplin. Tinggal musholanya belum tadi, tinggal diatur pakai selotip buat tanda jaga jarak. Kalau itu sudah semua fasilitas saya kira sudah baik, ” ujar Kang Emil.

“Untuk pedagang saya imbau pakai sarung tangan karena ada serah terima duit fisik atau pegang-pegang benda lainnya yang punya potensi yang tidak terkontrol, ” lanjut eks Wali Kota Bandung itu.

Menurut Kang Emil, kedisiplinan masyarakat dalam terapkan protokol kesehatan di pasar tradisional harus juga disertai dengan tes masif secara berkala, sebagai langkah antisipatif.

“Pembatasan pengunjung bisa diatur oleh pengelola pasar. Dan per hari ini pengunjung tidak terlalu padat, saya lihat juga tadi orang duduk untuk makan juga dia sudah mengatur jarak sendiri, ” kata Kang Emil.

“Saya titip juga ke pak bupati agar dua minggu sekali atau sebulan sekali disidak oleh rapid test, supaya tidak kecolongan, ” lanjutnya.

Kepala Pengelola Pasar Vistas Lembang Adithya menyatakan, penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan sebulan lalu, dan merujuk pada imbauan pemerintah.

“Kita batasi juga pembatasan operasional sesuai dengan aturan pemerintah. Tapi untuk saat ini, sampai jam empat sore dari pagi. Juga kita sediakan ada delapan titik tempat cuci tangan, ” ujarnya.

Menurut Adithya, Pasar Panorama Lembang telah menerapkan shift berjualan. Dengan begitu, pedagang yang berjumlah 2. 000 tidak berjualan bersamaan.

“Jadi, untuk pedagang yang basahan itu dari subuh sampai pukul 10 atau 11. Nah, untuk pedagang yang keringan atau pakaian itu dari pukul 9. Jadi, walaupun jumlah pedagang kami ada 2. 000 lebih tapi tidak semuanya berdagang dalam satu waktu, ” katanya.


Saksikan video terkait di bawah ini:

(miq/miq)