Monday, November 30

Tak Cuma di AS, London & Berlin juga Protes Kematian Floyd

Jakarta, CNBC  Indonesia – Aksi protes terhadap kematian George Floyd  tak cuma berlangsung di Amerika Serikat (AS). Ratusan orang memprotes di London dan Berlin pada hari Minggu (31/5/2020), karena George Floyd  masyarakat kulit hitam AS meninggal karena ditekan lehernya menggunakan kaki sebab polisi di Minneapolis.

Para-para pengunjuk rasa berlutut di Trafalgar Square di pusat kota London. Mereka meneriakkan “Tidak ada kesamarataan, tidak ada kedamaian”, dan kemudian berbaris melewati Gedung Parlemen dan selesai di luar Kedutaan Luhur AS.

Polisi London mengatakan mereka telah melakukan lima penangkapan di luar Kedutaan Tumbuh A. S., tiga karena pengingkaran pedoman penguncian coronavirus dan dua karena penyerangan terhadap polisi.



Beberapa ratus pemrotes serupa menggelar unjuk rasa di luar Kedutaan Besar AS di Berlin, memegang poster yang bertuliskan “Keadilan untuk George Floyd”, “Berhenti menghabisi kami” dan “Siapa yang berpaling”.

Kematian George Floyd setelah penangkapannya pada hari Senin telah memicu gelombang protes di Amerika Serikat, melepaskan kemarahan lama yang membara atas bias rasial dalam sistem peradilan pidana A. S.

Beberapa demonstrasi bertukar menjadi kekerasan ketika demonstran memblokir lalu lintas, membakar dan berlaga dengan polisi anti huru hara, beberapa di antaranya menembakkan udara air mata dan peluru plastik dalam upaya untuk memulihkan kesopanan.

(hps/hps)