Monday, November 30

AS-China Ribut soal Hong Kong, Nilai Emas Cuma Naik Tipis

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Hong Kong kini jadi episentrum ketegangan antara Washington dengan Beijing. Risk appetite investor cenderung turun dan aset-aset safe haven seperti emas sedang diminati membuat harganya naik. Tetapi kenaikan emas menjadi terbatas seiring dengan penguatan dolar greenback .

Jumat (29/5/2020) harga emas dunia di pasar spot menguat tipis sebesar 0, 06% ke US$ 1. 719, 45/troy ons. Pagi ini harga emas menguat terbatas karena penguatan dolar AS yang tercermin dari naiknya indeks dolar.

Indeks Dolar menguat 0, 07% pada pagi ini pukul 08. 45 WIB. Emas ditransaksikan pada dolar AS, sehingga penguatan lupa uang Negeri Paman Sam tersebut membuat emas yang sudah langka jadi semakin mahal.   Makna logam mulia masih sungkan untuk melorot di bawah US$ satu. 700/troy ons karena ruang pengukuhan masih tersedia.


AS-China kembali tegang usai Kongress  Kaum Nasional (NPC) China mengabulkan rencana rancangan undang-undang keamanan nasional Hong Kong kemarin. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan memberikan lektur yang menggambarkan sikapnya merespons hal ini.

CNBC International melaporkan, Standing Committee  yang adalah sebuah badan pembuat keputusan pada bawah NPC sekarang tengah menindaklanjuti untuk mendetailkan undang-undang tersebut dan kemudian mengimplementasikannya di Hong Kong. Proses ini akan melewati awak legislatif Hong Kong dan mampu memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya.

Dengan lolosnya proposal tersebut, Trump akan memberikan sikapnya pada hari ini zaman AS. Sebelumnya DPR AS pada hari Rabu (27/5/2020) meloloskan RUU yang menyerukan sanksi terhadap para pejabat Tiongkok atas tindakan penahanan dan penyiksaan komunitas Muslim Uighur di wilayah barat Xinjiang di negara tersebut.

Retaknya hubungan AS-China di tengah merebaknya pandemi corona membuat kesepakatan dagang interim keduanya yang diteken rata-rata Januari lalu jadi terancam. Apalagi konflik keduanya dinilai dapat tumbuh menjadi perang permodalan, teknologi tenggat konfrontasi militer.

Retaknya hubungan AS-China menjadi faktor dengan perlu dicermati betul perkembangannya sebab investor. Kala dua raksasa ekonomi dunia bertarung, maka dampaknya bakal dirasakan oleh banyak negara di dunia ini. Prospek ekonomi global menjadi semakin suram dan rekan keuangan kembali bisa terguncang.

Ya, risiko sungguh masih ada. Hal ini menunjukkan bahwa aset minim risiko sedang diminati. Harga emas memang seolah stagnan di level US$ 1. 700 dan belum mampu masuk ke US$ 1. 800.

Namun dalam masa panjang emas diyakini masih mempunyai prospek yang menarik seiring dengan berbagai stimulus yang masih diberikan bank sentral maupun pemerintah.  

Eropa & GANDAR dikabarkan masih terus berupaya untuk menyelamatkan ekonomi dari serangan pandemi Covid-19 dan menyiapkan era mutakhir (new normal) dengan stimulus tambahan.

Pada Rabu kemarin Komisi Eropa mengumumkan rencana penggelontoran stimulus untuk pemulihan ekonomi senilai EUR 750 miliar (US$ 826, 5 miliar) mengingat zona Euro saat ini tengah menghadapi genting ekonomi terburuk sejak 1930-an.

Dalam waktu dekat memang tekanan inflasi masih cenderung nista mengingat permintaan melambat dan kehormatan komoditas terutama minyak masih tergolong rendah. Namun stimulus yang dikasih dalam jangka panjang berpotensi membuahkan inflasi, ini sebabnya emas sebagai aset lindung nilai ( hedging ) menjadi aset yang masih diminati dan menyelundup ke dalam portofolio para investor.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]


(twg/twg)